Alvaro Bautista: Superbike dan MotoGP Ojo Dibandingke!

RiderTua.com – Pada musim 2006, Alvaro Bautista merayakan gelar juara dunia pertamanya ketika dia berjaya di kelas 125cc dengan Aprilia. Di kelas 250cc rider asal Spanyol itu menjadi runner-up tahun 2008 masih dengan Aprilia. Dan hasil terbaiknya di kelas MotoGP adalah dia menempati peringkat 5 secara keseluruhan pada musim 2012 bersama Honda. Pembalap berusia 38 tahun itu merengkuh gelar juara dunia keduanya untuk tim pabrikan Aruba.it Ducati di Kejuaraan Dunia Superbike pada 2022.

Jadi ada jarak 16 tahun antara memenangkan dua gelar di dua kejuaraan yang berbeda. Bautista memenangkan satu gelar di awal usia 20-an dan yang kedua di usia akhir 30-an.

Alvaro Bautista: Superbike dan MotoGP Ojo Dibandingke!

Ketika Bautista ditanya, bagaimana perbandingan kedua kelas balap tersebut (superbike dan MotoGP)? “Secara signifikan mereka berbeda. Gelar pertama adalah… Saya tidak akan mengatakan bahwa saya tidak kesulitan untuk meraih gelar itu, tetapi gelar itu saya raih karena saya cepat dan karena saya memiliki motor yang bagus dan tim yang bagus di Aspar,” jawab Alvaro.

“Saya akhirnya bertarung melawan (Mika) Kallio di KTM. Sekarang ini adalah kerja keras, saya harus memberikan lebih banyak keseimbangan. Sejak itu saya telah berevolusi sebagai pembalap dan telah mengalahkan pembalap terbaik dalam sejarah balap Superbike. Itu tidak mudah,” imbuhnya.

Alvaro Bautista - Ducati WSBK
Alvaro Bautista – Ducati WSBK

Apakah Kejuaraan Dunia Superbike masih menjadi divisi kedua? “Kejuaraan Dunia SBK dipandang sebagai divisi kedua. Saya akui, bahwa saya memikirkan hal itu sebelum saya pindah. Sejujurnya, saya terkejut. Sejak di tahun pertama saya melihat kejuaraan yang sangat keren, sesuatu yang sangat berbeda. Suasananya lebih nyata, lebih mirip dengan balapan 10 tahun lalu. Kita jauh lebih berhubungan dengan para penggemar. Dan orang-orang menyukainya karena merasa menjadi bagian dari pertunjukan,” tegas Bautista.

Pembalap yang saat di MotoGP pernah bergabung di 4 pabrikan (Suzuki, Honda, Aprilia dan Ducati) berbeda itu melanjutkan, “Saya pikir pembalap hari ini melihat Kejuaraan Dunia SBK sebagai pilihan nyata. Ketika saya pertama kali disuruh pindah ke SBK, saya menolaknya.”

“Ketika menjadi jelas bagi saya bahwa saya tidak akan menemukan tempat di MotoGP, saya tetap mengambil langkah itu. Saya datang ke Superbike karena saya ingin terus membalap, karena saya masih menikmatinya. Saya meyakinkan diri sendiri dengan mengatakan, ‘Daripada tinggal di rumah, kamu pergi saja ke sana, mengendarai Ducati di tim resmi dan bersenang-senanglah’. Saya menemukan kejuaraan balap motor yang luar biasa,” lanjutnya.

“Banyak orang mungkin berkata, ‘Dia memenangkan Superbike, itu tidak berarti apa-apa’. Tapi saya beri tahu Anda, banyak pembalap akan terkejut dengan level di sini. Saya pikir dengan motor pabrikan, Toprak Razgatlioglu dan Jonathan Rea pasti akan masuk 5 besar di MotoGP,” tegasnya.

Beda Motor MotoGP dan SBK sebagai Pembalap

Bautista membalap di MotoGP, kelas premier antara tahun 2010 hingga 2018. Apakah balapan superbike tidak terlalu berat? “Saya tidak terlalu lelah di MotoGP ketimbang di Superbike. Memang superbike lebih jinak, tapi lebih banyak bergerak dan tidak stabil. Kita harus bekerja keras untuk mengendalikannya,” jawab Alvaro.

Alvaro Bautista
Alvaro Bautista

Lebih lanjut Bautista menjelaskan dengan panjang lebar, “Superbike adalah sepeda motor produksi yang harus bekerja dengan baik untuk pembalap yang cepat maupun lambat, untuk jalan yang cepat maupun lambat atau untuk perjalanan ke tempat kerja. Motor MotoGP dibangun untuk trek balap, itu saja. Ini adalah motor yang dibuat hanya untuk melaju kencang.”

“Balapan sprint baru di MotoGP adalah cara yang baik untuk sedikit meningkatkan tontonan. Sebagai pembalap, saya sangat menyukai format Superbike. Karena kita memiliki tiga kesempatan untuk melakoni balapan dengan baik. Saya pikir dua balapan di MotoGP akan bagus. Balapan singkat pada hari Sabtu akan menarik lebih banyak penonton ke sirkuit karena merupakan tontonan tambahan.”

“Saya tidak berpikir, itu berarti pembalap harus bekerja ekstra keras. Dalam pengalaman saya, ini lebih merupakan masalah mental. Karena kita harus tahu cara mengatur ulang diri sendiri. Terlepas dari seberapa baik atau buruk yang kita lakukan pada hari Sabtu, kita perlu tahu cara mengatur ulang penghitung.”

“Di Kejuaraan Dunia Superbike, hari Minggu lebih sulit karena kita menjalani balapan singkat di pagi hari dan 2 jam kemudian ada balapan utama. Bagi saya itu lebih merupakan tekanan mental ketimbang fisik. Dan dapat diasumsikan bahwa pembalap MotoGP secara fisik dalam kondisi terbaiknya,” pungkas Alvaro Bautista.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Archives