Alvaro Bautista: Toprak Bermain ‘Lebih Bersih’ Dibanding Rea, Kok Bisa!

RiderTua.com – Berbicara tentang saingan beratnya tahun depan, tentu saja, ada dua pembalap di grid SBK yang berusaha sekuat tenaga untuk mencegah Alvaro Bautista mempertahankan gelar: Toprak Razgatlioglu dan Jonathan Rea. Pembalap Ducati itu berkomentar bahwa kedua pembalap itu sangat agresif dengannya, meski dengan cara yang berbeda. “Toprak sangat agresif karena gaya balapnya, pengereman dan segalanya, tetapi pada saat yang sama dia bermain bersih. Dia menghormati lawan. Namun, apa yang saya lihat dari Jonathan adalah dia juga sangat agresif, tetapi pada saat yang sama, jika dia tidak dapat menyalip lawan, dia memaksa memasukkan motor dan mengeluarkan Anda dari racing line/trek dan dia selesai,” analisa pembalap Spanyol itu.

Setelah menganalisa lawannya Bautista juga membeberkan kunci kecepatannya dengan Ducati Panigale… Trik Bautista untuk menjadi lebih unggul dari para pesaingnya adalah: mencoba mengatur ritme yang kuat dan membawa lawan agar terpancing sehingga ban mereka aus .. “Ini juga mengapa, dalam balapan pendek di mana konsumsi ban lebih rendah, mereka menekannya dengan lebih baik. Kerugian lain dari bobot ringan saya adalah ketika bannya baru, sulit bagi saya untuk memaksimalkannya dan dalam pertarungan head to head, karena saya lebih ringan, saya juga kalah. Setiap orang memiliki senjatanya sendiri,” katanya..

Alvaro Bautista telah memenangkan gelar Kejuaraan Dunia Superbike yang sangat didambakan dalam musim keempat pembalap Spanyol itu di kategori tersebut. Namun, jalan menuju gelar tersebut tidaklah mudah setelah dia menjalani debutnya di kelas itu bersama tim pabrikan Ducati..

Ditanya apakah penderitaan yang dirasakan pada CBR1000 RR-R membantunya kembali ke Ducati, Bautista mengatakan waktunya di Honda membuatnya merindukan apa yang dia miliki di tahun 2019 bersama Ducati.

“Dalam dua tahun itu saya mengalami banyak crash karena saya ingin menginginkan lebih dari apa yang ada. Yang saya pahami adalah jika limitnya ada di sini, tidak perlu melihat lebih jauh karena memang itulah yang ada. Semuanya telah membantu saya tahun ini. Selain itu, saya juga bekerja mungkin dengan lebih banyak ambisi, karena tujuan saya adalah untuk mencapai yang maksimal. Setelah tahun kedua di Honda saya mengerti bahwa saya membutuhkan motor untuk saya dan tim dengan pengalaman,” katanya..

Bermain Aman

Pembalap bernomor #19 itu menambahkan,”Itulah yang sudah saya miliki di Ducati, tetapi sampai Anda berhenti memilikinya, Anda tidak akan menghargainya. Ketika saya kembali ke Ducati, memanfaatkan semua pengalaman saya dan dengan kesabaran dalam menghadapi saat-saat sulit yang saya pelajari dengan Honda, saya mencoba memberikan yang maksimal, tetapi selalu berkendara dengan margin keselamatan, tidak pernah memaksa,” katanya..

Dia berhasil meminimalkan crash karena kesalahan, faktanya dia hanya jatuh di Donington karena lintasannya sangat bergelombang, tetapi dia belajar dari crash itu dan keesokan harinya dan mengubah racing line. Yang ingin dia katakan adalah bahwa dia selalu berada dalam batas aman (tidak memaksa). “Tidak ada balapan tahun ini yang membuat saya membalap sampai mendekati limit, karena yang tidak bisa saya lakukan di kejuaraan adalah jatuh,” pungkasnya..

Artinya dia tidak geber habis motornya karena memang performanya mumpuni, beda dengan Toprak dan Rea.. Harus mencapai limit untuk mengejar Ducati..

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Archives