‘Race Pace’ Pecco – Quartararo – Bastianini Setara, El Diablo Harusnya Podium?

RiderTua.com – Di GP Aragon, hanya Enea dan Quartararo yang bisa menjaga kecepatan sama dengan Pecco, dan karenanya hanya Bestia dan El-Diablo lah yang memiliki potensi menjadi lawan kuat dalam balapan (jika Quartararo tidak jatuh dia bisa podium).. Pecco Bagnaia memimpin sebagian besar race MotoGP Aragon tetapi pada akhirnya calon rekan setimnya di Ducati Enea Bastianini berhasil merebut kemenangan. Finis ke-2, sedangkan pemimpin klasemen Fabio Quartararo (Yamaha) crash, membuat rider asal Italia itu mampu memperkecil jarak menjadi 10 poin. Pembalap berusia 25 tahun itu kini siap menekan tombol mode ‘gas pol’ untuk bertarung dalam perebutan gelar dunia  dalam lima balapan tersisa.

Pecco Bagnaia: Situasi Tersulit Secara Mental, Ketika Ada Pembalap yang Mendekati Kita

Namun dalam balapan di lintasan sepanjang 5,077 km, Enea Bastianini mempersulit rekan sejawatnya di Ducati, Pecco Bagnaia. Pada akhirnya dia menyalip runner-up Kejuaraan Dunia itu di lap terakhir. Bagaimana Pecco mengatasi tekanan di balapan seperti Aragon atau Misano?

Dengan tenang, Pecco menjawab, “Saya sudah berubah sejak awal musim. Sekarang, ketika saya memimpin balapan, saya hanya memikirkan hal yang paling penting. Saya harus sempurna di atas motor dan balapan dengan sempurna. Saya tidak lagi khawatir ketika seorang pembalap menutup celah di belakang saya. Saya sudah mengalaminya beberapa kali tahun ini, bahwa ketika seseorang mendekati saya, itu situasi yang paling sulit secara mental.”

Pembalap murid Valentino Rossi itu menambahkan, “Dalam balapan ini saya sangat fokus pada diri sendiri, saya mencoba beradaptasi dengan setiap situasi. Itu membantu saya melakoni balapan sebaik mungkin tanpa membuat kesalahan. Saya sendiri hanya menangani hal-hal yang paling penting dalam sebuah balapan.”

Rival utamanya Fabio Quartararo crash di lap pertama. Apakah itu membuat balapan lebih mudah bagi Bagnaia? “Di tikungan 7 saya tahu bahwa Fabio tersingkir karena saya melihatnya di layar TV,” jelas rekan setim Jack Miller itu.

“Tapi itu tidak mengubah strategi saya. Saya mengatur kecepatan lap demi lap karena setelah start saya perhatikan gripnya tidak setingkat FP4. Saya tetap tenang dan menarik gas dengan sangat lembut. Kemudian, sedikit demi sedikit saya meningkat. Saya tahu bahwa hanya Enea yang bisa menjaga kecepatan sama dengan saya, karena hanya dia dan Fabio yang memiliki potensi untuk melakukannya dalam balapan,” pungkas Pecco Bagnaia.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: