Yamaha M1 Ganti Mesin V4 di MotoGP?

RiderTua.com – Suzuki satu-satunya ‘teman’ mesin Inline-4 di MotoGP Yamaha akhirnya mundur juga, meninggalkan Yamaha sendirian melawan beringasnya mesin-mesin V4.. Jika Yamaha mengganti mesin M1 (Mission One) maka yang versi V4-nya akan berubah menjadi M2 (Mission Two) 😁, meskipun arti sebenarnya adalah ‘misi target menang #1’..  Yamaha akan bekerja dua kali pada kejuaraan MotoGP saat ini dan prototipe M1 selanjutnya. Dengan tambahan Cal Crutchlow dalam tim RNF akan berguna, dimana dia akan mengambil tempatnya Andrea Dovizioso yang sudah mengundurkan diri, sehingga mereka dapat memanfaatkan enam balapan di akhir pekan untuk melanjutkan bekerja pada evolusi motor 2023.

Dalam tes di Misano, para insinyur Iwata membawa komponen baru, termasuk spesifikasi mesin untuk musim depan yang telah mendapat persetujuan pertama dari Quartararo dan Morbidelli. Tapi untuk sekarang, hingga awal musim depan, masih ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan untuk menyusun ‘paket kemenangannya’.

Insinyur Luca Marmorini juga melihat dari pit Yamaha selama dua hari tes MotoGP di Misano. Sejak Januari lalu, dia telah bekerja dengan teknisi asal Jepang di area mesin in-line empat silinder, titik lemah yang berulang kali ditekankan oleh sang juara asal Prancis tersebut. Jaminan untuk meningkatkan power dan di Misano top speed-nya mulai naik. Selanjutnya, di perusahaan terjadi perubahan mendadak di puncak: tahun 2019 lalu Takahiro Sumi menggantikan Kouichi Tsuji sebagai pemimpin proyek, dan di tahun 2022, Kazutoshi Seki yang sebelumnya dikenal dengan perannya sebagai insinyur elektronik telah berada di paddock MotoGP sejak tahun 2001 silam.

Luca Marmorini- Aprilia
Luca Marmorini- Aprilia

Hari ini, Seki menjadi manajer proyek tim Yamaha MotoGP, dan selaras dengan Quartararo, dia tahu bahwa mesin menjadi prioritas dalam proyek. “Kami tahu bahwa kecepatan adalah kebutuhan utama bagi pembalap. Kami tidak dapat membawakan performa maksimal dari mesin karena beberapa alasan. Tapi jika kami hanya fokus pada top speed, mesinnya bisa lebih agresif, jadi kami mencoba untuk mengoptimalkan mesinnya, dan itu sangat sulit. Jadi kami mencoba untuk mengoptimalkan semua area, seperti mesin, sasis, dan aerodinamika telah dimodifikasi. Saya tidak tahu apakah motor yang sekarang sudah lebih agresif (jika dibandingkan dengan motor tahun 2019). Kami mencoba untuk memiliki keseimbangan yang baik antara tenaga mesin maksimum dan karakter yang halus,” jelas insinyur asal Jepang tersebut.

Dalam dua tes resmi (IRTA) di Barcelona dan Misano, tim Yamaha membawa dua perubahan 2023 untuk mesin inline empat silindernya. Tak menutup kemungkinan dalam jangka menengah-panjang, pabrikan bermarkas Iwata tersebut memikirkan mesin V4, perubahan yang membutuhkan waktu sebelum dibawa ke lintasan. Motor YZR-M1 yang terlihat di tes mulai memiliki lebih banyak tenaga, dan permintaan pertama Quartararo telah dipenuhi, tapi mereka masih berada di tingkat kompetisi. “Yamaha menguji motor 2023 dan kami pikir motor ini bisa kompetitif. Masih ada banyak ruang untuk mesin ini. Jika kami berpikir bahwa arsitektur mesin lainnya (V4) menawarkan lebih banyak keuntungan, kami akan mempertimbangkannya.”

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: