Joan Mir Beberkan Teknik Pengereman Suzuki GSX-RR, Tidak Sama dengan Rossi

Team SUZUKI ECSTAR  RiderTua.com – Di paruh pertama MotoGP musim 2022, Joan Mir hanya menempati peringkat 8 dalam klasemen. Sejauh musim ini bergulir, rider Suzuki itu belum mampu masuk 3 besar. Dalam sebuah wawancara, rider asal Spanyol yang hingga kini belum juga meneken kontrak resmi untuk musim 2023 itu, menjelaskan bagaimana dia mengerem dengan cara terbaik di GSX-RR agar bisa melibas tikungan dengan sempurna dan secepat mungkin. Banyak cara para pembalap untuk menstabilkan laju motor saat fase braking, salah satunya yang terkenal adalah leg wave milik Valentino Rossi, di mana Mir melakukan hal yang mirip dengan tujuan sama..

Joan Mir Beberkan Rahasia Teknik Pengeremannya Pada Suzuki GSX-RR

Kemudian Joan Mir dengan gamblang menjelaskan teknik pengeremannya, “Pengereman saya terdiri dari kombinasi antara rem depan dan belakang, itu sangat penting. Hal ini memungkinkan motor melambat pada jarak yang lebih pendek. Itu adalah sesuatu yang perlu kita pelajari saat kita sudah terbiasa di kelas MotoGP dan begitulah cara kerjanya yang terbaik.”

Apakai pakai rem belakang dulu baru rem depan? “Tidak, pertama depan lalu belakang. Beberapa pembalap melakukan sebaliknya. Ada kemungkinan yang berbeda,” lanjut Mir.

Jadi rider berusia 24 tahun itu menekan membanting rem depan dengan keras untuk memindahkan berat, tetapi tanpa menyebabkan roda belakang mengangkat ke udara? “Tepat,” tegasnya.

Lalu Mir menggunakan rem belakang untuk mengendalikan motor? “Ya, kombinasi rem belakang dan rem mesin sangat penting untuk menghindari nge-push motor pada fase pengereman kedua. Bagian terpenting dari fase pengereman adalah berbelok ke tikungan, karena di situlah kita bisa membuat perbedaan. Pengereman dalam posisi miring, menggunakan rem belakang dan ban belakang untuk mengurangi beban ban depan,” jelas pembalap yang digadang-gadang bakal menjadi rekan setim Marc Marquez musim 2023 itu.

Mir menambahkan, “Jika kita nge-push ban depan terlalu keras, kita akan melebar, kita akan kehilangan puncak atau apex tikungan dan kita tidak akan bisa berakselerasi keluar dari tikungan dengan cukup cepat. Tujuannya selalu sama, mengerem motor melewati trek sesingkat mungkin, memasuki tikungan dan berakselerasi lagi sebaik mungkin.”

Apakah Mir sering menggunakan rem mesin (engine brake) atau apakah dia suka ketika motor lebih bebas? “Berapa banyak rem mesin yang kita butuhkan tergantung pada bagaimana kita menggunakan rem belakang. Beberapa pembalap menggunakan lebih banyak rem mesin, tetapi mengerem lebih sedikit di bagian belakang untuk mengimbanginya. Saya sangat seimbang di sana. Saya tidak menggunakan banyak atau sedikit pengereman motor, lalu saya sesuaikan dengan rem belakang sesuai keinginan saya. Tergantung grip, jenis corner dan sebagainya,” ungkap Mir.

Mengapa Mir melebarkan kaki dari footpeg saat mengerem? “Secara tidak sadar saya sering melakukan ini. Saya pikir saya melakukannya untuk menstabilkan diri saya dan motor, juga untuk menggeser bobot,” jawab rekan setim Alex Rins itu.

Pembalap KTM Brad Binder mengatakan dia melepaskan kakinya dari pijakan karena itu membantunya memberi beban lebih pada setang untuk berubah menjadi gerakan balasan. Apakah itu sama dengan Mir? “Tidak, gaya Brad sedikit gila. Saya telah melihat itu terjadi padanya juga,” jelas Mir.

Rider Suzuki Ecstar itu melanjutkan, “Yang paling penting adalah memutar motor. Kita mencoba untuk mengurangi kecepatan sehingga menikung. Suzuki jelas sangat bagus di area itu dan ketika saya memikirkan beberapa tikungan tertentu seperti tikungan 1 di Red Bull Ring, sepertinya kita hanya menginjak rem lurus dan motor kita bergerak sekitar 0,001 detik ke kanan. Bagaimana mungkin?”

“Tikungan ini sangat cocok dengan gaya balap dan motor saya. Saya suka mengerem sangat keras, membelokkan motor dan kembali menginjak gas lebih awal. Di tikungan ini, saya melepaskan rem dan baru kemudian masuk, sementara yang lain mengerem ke tikungan sambil tetap bersandar. Itulah alasan, mengapa sebagian besar kami membukukan waktu terbaik di sektor pertama di sirkuit ini dalam beberapa tahun terakhir tanpa ‘ride height device’ dan dengan power yang lebih kecil,” pungkas Joan Mir.

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page