Aprilia SR GT200 Tidak Bisa Tenggak Bensin Sembarangan?

APRILIA RiderTua.com – Aprilia sudah menghadirkan motor matik terbarunya di Indonsia bernama SR GT200. Sebagai skutik petualang, model ini memiliki kualitas yang bisa dikatakan setara dengan motor Eropa. Bahkan Aprilia SR GT200 disebut tidak bisa menenggak bensin sembarangan. Hanya bensin dengan oktan tinggi yang dapat mengisi tangki motor ini.

Baca juga: Aprilia SR GT200 Resmi Dirilis, Lawan Baru Honda ADV 160?

Aprilia SR GT200 Tidak Bisa Menenggak Bensin Sembarangan

Mungkin semua jenis motor bisa saja diisi oleh berbagai jenis bensin, asalkan sesuai dengan rekomendasi. Tapi terkadang tidak semuanya bisa menenggak segala jenis bensin dengan oktan yang berbeda-beda. Apalagi motor harus diisi dengan bensin sesuai saran dari produsennya sendiri.

Seperti SR GT200 yang disarankan hanya bisa diisi dengan bensin RON 95. Sehingga jenis bensin seperti Pertalite hingga Pertamax tidak dapat digunakan pada motor ini karena memiliki RON 90 dan RON 92. Sehingga SR GT200 dapat menenggak bensin seperti Pertamax Plus RON 95 atau bahkan Pertamax Turbo RON 98.

(Motorplus Online)

Kualitas Tinggi

Mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa SR GT200 disarankan untuk tidak diisi dengan berbagai jenis bensin yang tersedia. Produk Aprilia memang dikenal dengan kualitasnya yang cukup tinggi, meskipun diproduksi di luar Italia. Termasuk SR GT200 yang menjadi skutik petualang andalannya saat ini di Indonesia.

Biasanya jika motor diisi dengan bensin yang tidak sesuai, maka ini dapat mempengaruhi performa mesinnya. Entah ini dapat menganggu kenyamanan berkendara atau hanya mengurangi tenaga dan tarikan mesinnya. Tapi sebaiknya konsumen mengikuti saran dari produsen untuk mengisi bahan bakar motornya.

SR GT200 mungkin bisa dikatakan sebagai motor yang tak biasa karena disarankan diisi dengan bensin beroktan tinggi. Walau ini dapat menjaga kualitas mesinnya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page