Luca Marini: Ducati Motor yang Cocok untuk Semua Gaya Balap

Mooney VR46 Racing Team RiderTua.com – Marini menjalani musim rookie-nya di kelas utama dengan Ducati GP19, sementara kini Bezzecchi duduk di atas GP21 tahun lalu. Bagaimana Luca melihat Ducati untuk para pendatang baru? Setelah dianggap sebagai motor termudah untuk pemula, sekarang Yamaha tampaknya menjadi Ducati dan Honda yang dulu. Bagaimana bisa?

Setelah merenung sejenak, Marini menjelaskan, “Apa yang bisa saya katakan tentang Ducati? Luar biasa, betapa bagusnya set-up yang berbeda bekerja. Menurut saya, itu adalah kekuatan terbesar saat ini. Misalnya, jika kita membandingkan motor saya dengan milik Pecco, itu sangat berbeda. Jika kita membandingkan motor saya dengan Jack (Miller), itu benar-benar berbeda. Hal yang sama berlaku jika dibandingkan dengan milik Johann (Zarco).”

“Setiap orang punya motornya sendiri dan setiap motor itu cepat. Karena pada akhirnya, hampir semua kami ada di setiap trek. Kami adalah delapan pembalap Ducati dan terkadang lima dari kami berada di 8 besar atau enam Ducati di 10 besar. Itu hal yang luar biasa tentang Ducati.”

“Sebaliknya, di motor lain sepertinya hanya bekerja satu arah. Yamaha bekerja dengan fantastis dengan Fabio (Quartararo). Sementara Dovi (Andrea Dovizioso), Darryn (Binder) dan Franco (Morbidelli) banyak kesulitan. Mungkin karena mereka hanya fokus mengembangkan untuk Fabio, seperti Honda di masa lalu, motornya hanya bisa dikendarai untuk Marc, atau Ducati dengan Stoner,” imbuh Marini.

Bukan adik Valentino Rossi, Luca Marini yang berhasil mempersembahkan podium MotoGP pertama bagi tim Mooney VR46, tapi rookie Marco Bezzecchi yang finis ke-2 dibelakang pembalap pabrikan Ducati Pecco Bagnaia di TT Assen. Maro yang saat itu hanya finis ke-17 karena kehilangan winglet kanan, memuji penampilan rekan-rekannya sesama Ducatinya. “Fantastis melihat beberapa Ducati finis di depan,” ujar rider berusia 24 tahun itu. Untuk informasi, sebelum Pecco hanya ada satu pembalap Ducati lainnya yang meraih kemenangan di Assen yakni Casey Stoner pada 2008. Selain itu, Marini juga mengungkapkan mengapa kini Ducati bisa dibilang motor yang paling cocok untuk pemula.

Luca Marini: Kini Ducati adalah Motor yang Sangat Sederhana

Marini menambahkan, “Ini juga hasil yang bagus untuk tim, dan kami harus menikmatinya. Karena seluruh tim telah meningkat pesat dibandingkan balapan pertama. Selamat untuk semua anggota tim, mereka membuat langkah maju yang luar biasa. Kami perlu mendapatkan lagi hasil fantastis itu setelah liburan musim panas, dan mungkin mencoba menjadi tim satelit terbaik.”

Setelah memenangkan gelar tahun lalu, kini Yamaha memimpin klasemen MotoGP lagi dengan Fabio Quartararo. Marini melihat kelebihan dan kekurangan dari hal ini. “Mungkin itu keputusan yang tepat untuk memiliki motor yang fantastis untuk semua pembalap, tapi mungkin tidak. Karena jika kita memiliki motor yang disesuaikan untuk pembalap terbaik kita, dia bisa memenangkan banyak balapan dengannya. Lebih sulit dengan satu motor yang cocok untuk semua pembalap. Saya tidak tahu,” lanjut rider asal Italia itu.

“Ini fantastis bagi kami karena Ducati sekarang adalah motor yang sangat sederhana dengan banyak aspek positif. Kami harus menggunakan kekuatan dan saya percaya itu juga bisa menjadi motor terbaik untuk masa depan,” pungkas Maro. Wah gak bakalan pindah Yamaha nih tim VR46?

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page