Luca Marini Bertarung dengan Satu ‘Sayap Patah’: Winglet Hilang Dampaknya Luar Biasa

RiderTua.com – Sesaat setelah start, Luca Marini sempat kontak dengan Joan Mir yang mengakibatkan winglet kanan di panel samping Ducati Desmosedici GP22-nya copot. Pembalap Mooney VR46 itu sangat tercengang dengan dampak yang ditimbulkannya. Alhasil, rider berusia 24 tahun itu hanya finis di posisi ke-17. “Sulit dipercaya, bagaimana hal itu mempengaruhi balapan. Dampaknya luar biasa, benar-benar luar biasa. Assen mungkin juga salah satu sirkuit terburuk di mana kita bisa mengalami masalah seperti itu. Kita membalap dengan kecepatan yang sangat tinggi untuk seluruh lap,” ujar Maro.

“Tanpa winglet, kita kehilangan speed sekitar 20 km/jam di tikungan 6, 7 dan terutama 12 di tengah tikungan. Mustahil untuk membuat kecepatan lebih. Karena motornya tidak mau berbelok ke tikungan dan di tikungan cepat sulit untuk tetap berada di trek, terutama di tikungan 12 yang sangat cepat,” jelasnya.. Selain Luca Marini, Miguel Oliveira juga bersenggolan dengan Joan Mir di grid start..

Luca Marini: Hilangnya Winglet Berdampak Luar Biasa

Marini menjelaskan, “Motornya tidak melakukan apa yang saya inginkan. Saya ingin menghentikan motor dengan baik, tetapi tidak mungkin menghentikannya di titik pengereman. Motor menjadi sangat tidak stabil di tikungan cepat, jadi saya harus mengurangi kecepatan secara signifikan. Sayangnya, itu tidak bisa dilewati.”

“Saya tidak tahu mengapa, tetapi Joan melakukan manuver berbahaya dan melewati batas saya. Itu mungkin tidak disengaja, mungkin juga karena wheelie. Itu adalah momen yang sangat berbahaya. Jika saya jatuh pada saat itu, dengan begitu banyak pembalap di belakang saya, itu bisa sangat berbahaya bagi saya. Jadi saya hanya mencoba untuk tetap di atas motor saya. Itu saja, masalah seperti itu hanya nasib buruk,” imbuh Marini sambil menghela nafas.

Apakah adik Valentino Rossi itu terkejut dengan betapa mencoloknya dampak dari winglet yang hilang? “Ya. Saya mendengar banyak insiden seperti itu di masa lalu. Saya ingat misalnya Pecco pernah kehilangan winglet di Qatar di tahun pertamanya. Saat itu dia harus menyerah karena tidak mungkin untuk membalap dan mengerem seperti itu. Saya berada dalam situasi yang sama. Awalnya saya tidak tahu itu winglet. Setelah 10 lap saya berkata pada diri sendiri, ‘Ada sesuatu yang membuat hidup saya sangat sulit’. Kemudian saya melihat bahwa wingletnya hilang. Benar-benar luar biasa bagaimana pengaruhnya,” jawab Marini.

“Tingkat aerodinamis pada motor sekarang luar biasa. Dan itu bekerja dengan sangat baik karena motornya sangat stabil di tikungan cepat dan di bagian cepat. Itu sangat membantu kami di Assen,” tegas pembalap Ducati itu.

“Tanpa winglet, saya kehilangan sekitar 20 km/jam di tikungan 6, 7 dan terutama 12 di tengah tikungan. Mustahil untuk membuat kecepatan lebih. Karena motornya tidak mau berbelok ke tikungan dan di tikungan cepat sulit untuk tetap berada di trek, terutama di tikungan 12 yang sangat cepat. Rasanya seperti saya tidak bisa memberikan beban apapun di depan setiap kali saya masuk ke green zone, jadi saya harus melibas tikungan dengan gas yang jauh lebih sedikit ketimbang saat pemanasan. Saat keluar dari tikungan 5, 8 dan tikungan terakhir kemiringan wheelie juga jauh lebih kuat dan karenanya akselerasinya lebih buruk. Itu mengejutkan,” pungkas Marini.

Related Articles

5 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page