Joan Mir: Ban Hard Strategi yang Salah di Jerman

RiderTua.com – Karena kontak dengan Oliveira di balapan Sachsenring, Joan Mir berakhir di gravel. Ini merupakan nirpoin keempatnya musim ini. Selain itu, pembalap Suzuki itu mengakui ada kesalahan strategi yang merusak balapannya kali ini. “Itu adalah akhir pekan yang penuh dengan pasang surut,” ujar pembalap berusia 24 tahun itu. Setelah melakoni latihan yang baik pada hari Jumat, Juara Dunia MotoGP 2020 itu start dari tempat ke-12 di grid dalam kualifikasi pada hari Sabtu.

“Pada hari Jumat dan Sabtu saya merasa lebih baik ketimbang yang saya alami sebelum-sebelumnya. Hingga saat ini, itu adalah akhir pekan terbaik tahun ini. Dalam hal kecepatan balapan, kami termasuk yang tercepat. Karena suhu tinggi, kami lebih memilih ban belakang hard ketimbang ban medium. Tapi ternyata keputusan ini salah, ” tegas pembalap asal Spanyol itu.

Joan Mir Sebelum Crash Terjadi Kontak dengan Oliveira

Sesaat sebelum start, Joan Mir dan timnya membuat keputusan yang secara signifikan mempengaruhi balapannya. “Karena suhu tinggi, kami lebih memilih ban belakang hard ketimbang ban medium. Tapi ternyata keputusan ini salah. Di dua lap pertama, ban tidak bekerja dengan baik, feelingnya tidak ada. Akibatnya, saya tidak bisa berakselerasi dengan benar dan kehilangan beberapa posisi di back straight,” jelas rekan setim Alex Rins itu.

Pada Lap 4, duel melawan Miguel Oliveira (KTM) mengakibatkan Mir kehilangan poin keempat musim ini. “Saya mendengar motor Oliveira ada di sebelah saya di back straight. Kami mengerem pada saat yang sama, tetapi dia berada di racing line sebelah dalam. Saat saya mulai menutup racing line saya, kami sedikit bersentuhan. Akibatnya, saya keluar jalur dan roda depan saya slip. Saya akan membutuhkan beberapa lap lagi untuk mendapatkan ban pada suhu yang tepat,” pungkas Mir menjelaskan crash yang dialaminya di tikungan 1 GP Jerman.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page