RiderTua.com – Marco Bezzecchi bernasib buruk di MotoGP Hungaria dua pekan lalu. Rider Aprilia itu gagal mencetak poin setelah menjadi salah satu korban dari insiden yang terjadi di tikungan pertama race utama di Balaton Park. Insiden yang dipicu rekan setimnya Jorge Martin itu (kehilangan kendali saat memasuki tikungan), membuat 4 pembalap tersungkur ke aspal dan hanya Fabio Di Giannantonio yang bisa lanjut balapan.
Jelas insiden tersebut menguntungkan pihak lawan terutama Marc Marquez, yang akhirnya berhasil memenangkan balapan sekaligus memangkas defisit poinnya sebesar 30 poin (dari 102 menjadi 72 poin) dari Bezzecchi sebagai pemimpin klasemen.
Marco Bezzecchi: Setelah Situasi yang Sulit di Balaton Park, Saya Ingin Kembali Memeluk Tim Saya

GP Hungaria di Balaton Park menjadi mimpi buruk bagi Aprilia. 3 pembalapnya yakni Marco Bezzecchi, Jorge Martin, dan Raul Fernandez crash dan gagal mencetak poin. Hal tersebut juga membuat keunggulan pabrikan asal Noale Italia itu di klasemen konstruktor menyusut atas rival utamanya Ducati. Kini selisih antara kedua pabrikan asal Italia itu hanya 13 poin saja.
Akhir pekan ini balapan berlanjut ke GP Ceko di Brno, dimana tahun lalu Marco Bezzecchi berhasil meraih podium setelah finis di posisi ke-2 di belakang pemenang Marc Marquez. Sebelumnya rider berusia 27 tahun itu finis ke-4 dalam sprint race Sabtu sore.
“Saya sangat senang bisa datang ke Brno. Ini sirkuit yang fantastis, mengendarai RS-GP26 disana memberikan sensasi yang benar-benar istimewa. Saya juga sangat senang bertemu kembali dengan tim saya. Setelah hari Minggu di Balaton yang cukup sulit bagi seluruh tim, saya berharap bisa memeluk mereka lagi, mencoba untuk menjalani akhir pekan yang baik, menikmati balapan lagi, dan bekerja dengan maksimal,” ujar rider berjuluk Simply the Bezz itu.

Di sisi lain, untuk mempertanggungjawabkan manuver berbahayanya di Hungaria, Martin wajib menjalani double long lap penalti di Brno. Ditambah lagi, juara dunia MotoGP 2024 itu juga tidak dalam kondisi fisik 100 persen fit akhir pekan ini. Meski begitu, dia tetap optimis pada kemampuan dan potensinya.
“Brno adalah sirkuit yang saya sukai. Terlebih lagi, ini adalah salah satu sirkuit paling ikonik di kejuaraan. Saya belum 100 persen fit secara fisik, tetapi secara mental saya siap. Saya akan mencoba menjadikan itu sebagai nilai tambah yang saya butuhkan untuk menjalani akhir pekan yang baik. Dalam beberapa hari terakhir, saya telah banyak berlatih dan bekerja sama dengan tim untuk mempersiapkan balapan. Jadi saya tidak sabar untuk memulai balapan lagi,” pungkas Martinator yang saat ini berada di peringkat 2 dalam klasemen dengan perolehan 160 poin atau hanya teringgal 20 poin dari pemimpin klasemen Marco Bezzecchi.

Marco Bezzecchi menatap MotoGP Ceko di Sirkuit Brno dengan fokus utama meningkatkan kecepatan saat melintasi tikungan (cornering speed), salah satu kekuatan utama yang selama ini menjadi andalannya bersama Aprilia Racing. Pembalap berjuluk ‘Simply Bez’ itu masuk dalam kelompok pembalap yang dinilai mampu menjaga konsistensi performa, bersama rekan setimnya, Jorge Martin. Setelah gagal meraih hasil maksimal akibat insiden yang membuatnya tidak finis di GP Hungaria, Bezzecchi bertekad bangkit dan kembali mengumpulkan poin penting. Karakter Brno yang mengalir dengan banyak tikungan berkecepatan menengah hingga tinggi dinilai cocok dengan gaya balapnya, meski tim tetap memberi perhatian khusus pada pengaturan elektronik dan pemilihan kompon ban agar motor dapat tampil optimal sepanjang akhir pekan balapan… kita tunggu saja bro slogan… “Semua Salah Bezzecchi” 🤭






