RiderTua.com – Jaime Alguersuari memiliki pendapat yang mungkin akan bikin para penggemar Marc Marquez kecewa. Menurutnya, karir balap juara dunia 9 kali itu tidak akan sampai 2027. “Marc Marquez menutup sebuah siklus, siklus yang paling indah dan tak terulang. Saya ulangi, tak terulang. Yakni siklus Angel Nieto. Marc akan menutupnya. Dari akhir 1960-an hingga 2026, menurut pendapat saya siklus akan berhenti sampai di situ,” ujarnya.
Mantan pembalap F1 yang kini menjadi jurnalis itu menambahkan, “Pada 2027, dikelilingi oleh kasih sayang dan perhatian yang luar biasa, dia akan pensiun. Saya yakin akan hal itu. Dari 1960-an hingga 2027, berapa tahun itu? Hampir 70 tahun. Kami yang mengalami era itu punya mentor-mentor yang mengajari kami. Marc menutup lingkaran itu, kemudian datang Pedro Acosta, lalu Maximo Quiles, dan beberapa rider muda lagi yang bercita-cita untuk menjadi seperti Pedro.”
Jaime Alguersuari: Saya Rasa Marc Marquez Tidak akan Terus Balapan Sampai 2027
Jaime Alguersuari membandingkan Marc Marquez dengan legenda Angel Nieto. “Angel Nieto belajar sendiri. Kehebatannya bukan hanya karena dia berbakat, tetapi karena tidak ada yang mengajarinya. Kehidupanlah yang mengajarinya. Insting yang datang dari ‘langit’. Sementara Marc diajari oleh ayahnya. Apa yang akan datang setelah ini akan tetap menarik. Tetapi kita membutuhkan keberuntungan dan dukungan agar olahraga ini tetap menarik banyak penonton. Tidak hanya orang Spanyol dan Italia, tetapi juga dari seluruh dunia,” ujarnya.

Mantan pembalap yang kini berusia 36 tahun itu melanjutkan, “Pada era Angel Nieto hingga mendekati era Marquez, hampir tidak ada pembalap Spanyol yang mampu bersaing di level tertinggi. Nieto bertarung melawan semua pembalap asing seorang diri. Dan Marquez mengalami situasi yang nyaris sama. Sayang sekali dia tidak sempat bertarung melawan Casey Stoner. Bagi orang-orang seusia saya, tahu bahwa dari Nieto hingga Marquez adalah periode terbaik yang membangun kejayaan balap motor Spanyol. Pembalap yang datang kemudian akan bagus, tetapi tidak akan sama.”
Ketika berbicara soal pembalap-pembalap terbaik Spanyol, Alguersuari menegaskan bahwa belum ada yang mampu menyamai Marquez. “Saya belum pernah melihat pembalap yang seperti Marc Marquez, dan saya rasa saya tidak akan pernah melihatnya. Berbicara tentang pembalap Spanyol, saya memasukkan Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo karena mereka melakukan hal-hal yang luar biasa. Tetapi jika Marquez pernah ragu terhadap pembalap senegaranya, itu adalah Pedrosa dan Lorenzo. Pedrosa lebih mudah dia kontrol karena Pedrosa satu garasi dengannya, sedangkan Lorenzo lebih sulit karena dia di tim yang beda,” tegasnya.

Alguersuari pun membuat perbandingan antar generasi. “Dari Valentino Rossi ke Marc Marquez, ada selisih 11 tahun. Dari Marc ke Acosta, juga 11 tahun. Dari Acosta ke Maximo Quiles, hanya ada selisih 4 atau 5 tahun. Memang sistem pembinaan pembalap muda seperti yang dilakukan Chicho Lorenzo sangat membantu, tetapi bakat untuk melakukan apa yang dilakukan Marc tidak dapat diajarkan. Itu bawaan dari lahir,” ungkapnya.
Menurut Alguersuari, Acosta punya mentalitas yang mirip dengan Marquez. “Sekarang, jika saya ditanya siapa yang ingin menjadi Marc dan siapa yang ingin menjadi Pedro? Saya akan memasukkan nama Pedro karena suatu alasan. Ketika Marc pergi, dia akan mendominasi. Pedro punya insting ‘pembunuh’, tentu dalam arti olahraga. Itu adalah insting yang sama seperti yang dimiliki Angel dan Marc,” ujarnya.
Dia melanjutkan, “Naluri datang bersama bakat dan itu bagian dari satu paket. Pedro tidak pernah mengampuni lawan, karena dia memiliki DNA yang sama. Quiles juga, begitu juga dengan David Alonso atau Dani Holgado, yang saat ini mengejar Manu Gonzalez. Tetapi jika kedua pembalap ini tidak menang di tahun kedua mereka, mereka bukanlah Marc atau Pedro. Quiles tampil sangat baik, dan tahun depan dia akan mengalahkan siapa pun lawannya. Jika tidak, maka dia tidak sama seperti Pedro, tidak seperti Marc, dan juga tidak seperti Rossi.”

Sekali lagi, Alguersuari yakin bahwa masa pensiun Marquez sudah dekat. “Saya rasa Marc tidak akan bertahan setelah 2027, dia tidak akan melukai dirinya sendiri lagi. Saat itu dia berusia 34 tahun, akal sehat akan berbicara. Dia sudah sampai pada batasnya. Dan lagi, tak hanya akan kalah, dia tidak akan mendapatkan apa pun,” tegasnya.
Tahun depan Acosta akan menjadi rekan setim Marquez di tim pabrikan Ducati Lenovo dengan motor yang plek ketiplek sama. “Mungkin Pedro akan bilang pada Marquez, ‘jangan pensiun dulu karena saya harus membuktikan siapa diri saya dengan mengalahkanmu’. Dan jika Marc tetap bertahan, mereka akan memiliki motor yang sama dan yang akan mereka lakukan hanyalah saling menyakiti dalam persaingan. Karena Pedro memiliki insting yang sama dengan Marc. Marc tidak pernah menerima kekalahan dan selalu mempertaruhkan segalanya. Dalam hal itu, Pedro lebih kuat,” ujar Alguersuari.
Alguersuari juga memperingatkan bahwa kondisi fisik Marquez sudah tidak prima lagi. “Marc menjalani 5 Grand Prix dengan ‘satu tangan’. Tampaknya semua jurnalis mencoba untuk mengabaikannya. Tapi dia memang kehilangan kekuatan di satu tangannya,” tegasnya.

Soal masa depan Acosta, Alguersuari mengatakan, “Saat ini Pedro adalah satu-satunya pembalap yang akan berkata, ‘saya menang dengan Ducati atau saya mati untuk mencobanya’. Meski begitu, cara Pedro mengambil risiko tetap berbeda dengan Marc. Ingat, Pedro yang akan kita lihat di atas Ducati, tidak akan sama dengan penderitaan yang dia alami sekarang dengan motornya (KTM RC16). Dia mengendarai sepeda, bukan motor!”
Berbicara soal pensiun, Alguersuari menegaskan, “Kasus Rossi berbeda. Menurutku dia terlalu lama mengulur-ulur waktu pensiun. Dia terus balapan sambil mempermalukan dirinya sendiri. Menurutku seharusnya tidak dia lakukan. Dia terus balapan sampai usia 42 tahun, ketika dia tidak pernah bisa memenangkan apa pun lagi.”
“Tetapi Angel Nieto di balapan terakhirnya, tiba-tiba datang kepada saya dan berkata, ‘Jaime, bilang pada Aspar Martinez agar membiarkan saya menang. Ini balapan terakhir saya, dengan 12 plus 1 gelar’. Saya menemui Aspar dan dia menjawab, ‘Jaime, beri tahu dia bahwa saya akan membiarkan dia menang, tetapi dia harus datang meminta sendiri kepada saya’. Itulah yang dimaksud dengan harga diri. Apa yang dilakukan Angel Nieto? Kakinya patah, karena dia menolak untuk meminta bantuan kepada siapa pun, apalagi kepada saingannya,” imbuhnya.

Selain MotoGP, Alguersuari juga membahas kelas Moto2. “Saya tidak bermaksud menyinggung siapa pun. Itulah mengapa saya meminta Alonso dan Holgado untuk mengejar Manu. Dan saya meminta Manu, ‘jangan biarkan kedua pembalap ini mengalahkanmu’. Manu akan menghentikan kedua pembalap muda ini dan dia hanya punya satu pilihan yakni mempermalukan mereka. Itulah kekuatan Manu,” tegasnya.
Alguersuari menambahkan, “Saya berbicara seperti ini dan itu terasa menyakitkan. Biasanya orang-orang yang berbicara soal balap motor tidak akan berkata seperti itu. Tapi itulah yang telah saya alami sepanjang hidup saya. Saya hanya ingin mengalahkan Nieto. Dan Nieto selalu berkata, ‘coba lakukan saja’. Saya pernah berhasil sekali melakukannya dan motor saya langsung rusak.”
Terakhir, Jaime Alguersuari kembali menekankan bakat Acosta yang saat ini membela KTM. “Semua orang tahu bahwa Pedro Acosta tidak akan terkalahkan di Ducati. Bahkan Jorge Martin pun akan kesulitan melawannya. Pedro masih berusia 22 tahun dan saat ini dia mengendarai ‘sepeda’, bukan motor. Bahkan saya pikir, orang-orang di KTM berkata kepadanya, ‘kamu harus pindah ke Ducati sekarang karena kami tidak sanggup lagi dengan penghinaan sebesar ini’. Dan ketika dia pergi, KTM juga akan pergi. Mereka tidak punya tempat lagi di Kejuaraan Dunia. Pada akhirnya mereka akan pergi,” ungkapnya.

“Secara ekonomi, mereka tidak punya kekuatan yang cukup. Dari sisi teknologi, mereka hanya mengulang-ulang masalah yang sama. Meskipun Honda dan Yamaha juga mengalami hal yang sama. Apa yang Pedro lakukan dengan motor itu sangat luar biasa. Ketika suatu hari Pedro membuktikan dirinya benar-benar mencapai puncak, semua orang yang mengaku sudah mengetahuinya sejak awal akan berkata, ‘aku tahu itu akan terjadi’. Saat ini, masih banyak orang yang tidak percaya pada kemampuan Pedro. Itu karena mereka tidak menganalisis motor apa yang saat ini dia kendarai. Astaga!” pungkas Jaime Alguersuari.
Menjelang balapan di MotoGP Ceko akhir pekan ini, Acosta berada di peringkat 4 dengan perolehan 132 poin atau tertinggal 48 poin dari pemimpin klasemen Marco Bezzecchi (Aprilia).
Marc Marquez Tidak akan Terus Balapan Hingga 2027, Kata Siapa?







