RiderTua.com – Bro sekalian.. Jorge Martin ungkap sejumlah detail yang selama ini belum banyak diketahui orang, terkait perjalanan kariernya bersama Ducati. Dalam wawancara di podcast Gypsy Tales, rider kelahiran Madrid itu bercerita bagaimana kesempatannya tuk gabung dengan tim pabrikan Ducati sempat terbuka..bahkan lebih dari sekali..! tetapi akhirnya tidak pernah terwujud.. ‘gatot’ alias gagal-total…
Martin ngejelasin kalo sejak awal dirinya selalu berusaha buktikan kepada Ducati bahwa dirinya layak mendapat tempat di tim resmi. Menurutnya, keyakinan itu muncul dari performa yang ia tunjukkan di setiap lintasan bukan spesialis trek tertentu saja…
▶Daftar Isi
Jorge Martin Ungkap Ducati 2 Kali Batalkan Promosi ke Tim Pabrikan

“Saya selalu ingin menunjukkan kepada Ducati bahwa saya adalah pilihan yang tepat, dan saya masih berpikir demikian. Tetapi seperti yang saya katakan saat itu, jika Ducati tidak menginginkan saya, saya akan memberikan talenta saya kepada pihak lain. Talenta saya tetap ada dan saya bisa mengendarai motor lain,” ujar Martin.
Pembalap bernomor #89, Martin, mengungkapkan bahwa ia sebenarnya telah menandatangani kontrak dengan tim pabrikan Ducati untuk musim 2023. Namun, rencana tersebut batal setelah pihak Ducati secara sepihak menyatakan tidak menginginkannya dan memilih pembalap lain. Meski demikian, ia akhirnya menerima situasi tersebut dan menandatangani kontrak baru karena tetap merasa senang membalap bersama Pramac menggunakan motor pabrikan.
“Itu sulit. Saya sudah menandatangani kontrak motor resmi untuk 2023, namun mereka tiba-tiba membatalkannya demi pembalap lain. Akhirnya, kami membuat kontrak baru dan saya menerima situasi tersebut karena tetap senang berada di Pramac dengan motor pabrikan,” kata Martin.
Setahun kemudian, situasi serupa berulang ketika Martin yang tampil kompetitif sebagai runner-up kembali dipertimbangkan Ducati untuk masuk tim resmi pada balapan-balapan terakhir. Namun, rencana tersebut kembali gagal karena posisi tersebut sudah diberikan kepada pembalap lain yang telah terikat kontrak.
“Tahun berikutnya saya menjadi runner-up dan hampir menang, sehingga mereka ingin membawa saya ke tim resmi. Namun, mereka sudah memiliki pembalap lain yang terikat kontrak,” ujarnya.
Martin juga menyoroti bagaimana kontrak kerap tidak memberikan kepastian penuh bagi para pembalap ketika berhadapan dengan keputusan pabrikan besar. “Kontrak tak berarti bagi pabrikan besar karena mereka hanya memainkan pembalap. Sulit memahami situasi ini, padahal kami selalu memberikan seratus persen,” tutur Martin.

Semua Karena Faktor Marquez
Martin mengakui kehadiran Marc Marquez menutup peluangnya ke tim resmi Ducati untuk musim 2025. “Marquez satu-satunya yang bisa menghalangi saya. Situasinya mirip Carlos Sainz yang kehilangan kursi karena Hamilton (juara dunia tujuh kali), tidak ada yang bisa saya lakukan,” katanya.
Ia juga menilai nama besar Marquez memiliki bobot yang sangat kuat dalam proses pengambilan keputusan di Borgo Panigale. “Nama Marquez memiliki pengaruh besar dan jika dia menginginkan motor itu, dia akan mendapatkannya. Tidak ada yang bisa saya lakukan. Saat itu saya memimpin kejuaraan dengan keunggulan 40 poin. Itulah yang bisa saya kendalikan. Saya sedang berjuang untuk gelar juara,” ujarnya.
Jorge Martin mengatakan kepastian bahwa dirinya akan berpisah dengan Ducati dan bergabung dengan Aprilia didapat saat Grand Prix Italia 2024 di Mugello. Kepastian tersebut membuatnya lebih tenang dan mampu sepenuhnya fokus pada sisa musim tanpa lagi memikirkan masa depan maupun urusan kontrak.

Menurut Martin, kondisi itu membantunya menjalani balapan dengan mentalitas yang lebih bebas dan berkontribusi pada keberhasilannya meraih gelar juara dunia 2024. Ia juga mengaku berterima kasih kepada Ducati karena situasi kontraknya yang sudah tuntas memungkinkan dirinya berkonsentrasi penuh pada persaingan di lintasan.
Kalau Menurut RT, Dalam wawancara tersebut, Jorge Martin mengungkap bahwa peluang bergabung dengan tim pabrikan Ducati sempat terbuka dua kali, termasuk satu kesempatan yang sudah disertai kontrak untuk musim 2023. Setelah gagal mendapatkan tempat di tim resmi untuk 2025, Martin memutuskan melanjutkan kariernya bersama Aprilia dan mengaku kepastian tersebut membantunya fokus menjalani musim yang kemudian berakhir dengan gelar juara dunia 2024.






