Tertawa Belum Tentu Bahagia, Yamaha Tak Masalah Tanpa Tim Satelit

RiderTua.com – Seperti balas dendam, karena kontrak dengan Yamaha dibatasi 1 tahun, pada Mei lalu di GP Mugello Razlan Razali mengumumkan bahwa mereka bergabung ke Aprilia Racing. Artinya, Yamaha tidak akan memasok tim satelit dalam 2 tahun ke depan. Atau setidaknya untuk 2023, Yamaha tidak mempunyai tim lapis kedua setelah tidak ada kata mufakat dengan tim WithU RNF milik Razlan Razali yang akhirnya menyeberang ke pabrikan Italia. Meski begitu, Managing Director Yamaha Motor Racing Lin Jarvis mengatakan, “Tapi kami ingin terus mengembangkan talenta muda, (meski tanpa satelit)” Dan menurutnya, ketiadaan tim satelit tidak akan membawa kerugian jangka pendek untuk pabrikan… tak masalah..

Lin Jarvis: Yamaha Tidak Ada Kerugian Dalam Jangka Pendek

Pada tahun 2019 dan 2020, tim satelit Yamaha melakukan pekerjaan yang luar biasa bersama Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli. Sebagai debutan di kelas MotoGP, El Diablo berhasil meraih 7 tujuh podium pada 2010 (5 kali finis ke-2, 2 kali ke-3, dan 6 pole position. Dan di tahun 2020, Quartararo dan Morbidelli masing-masing merayakan 3 kemenangan. Bahkan ​​pembalap blasteran Brasil-Italia itu menjadi runner-up dan sebagai pebalap terbaik Yamaha. Sementara rider asal Prancis itu menyelesaikan musim di peringkat 8.

Namun pada Agustus 2021, perusahaan minyak asal Malaysia Petronas secara mengejutkan mengumumkan penarikannya di akhir musim. Kemudian kepala tim Razlan Razali mengambil alih 2 tempat tim dari Dorna dan menandatangani kontrak berdurasi 5 tahun hingga akhir 2026. Perusahaan energi asal Italia milik Matteo Ballarin WithU masuk sebagai sponsor utama baru selama 3 tahun. Tetapi sayang, Yamaha hanya setuju kerjasama dengan tim RNF yang baru selama 1 tahun.

Seakan balas dendam, pada Mei lalu di GP Mugello Razlan Razali mengumumkan bahwa mereka bergabung ke Aprilia Racing. Artinya, Yamaha tidak akan memasok tim satelit dalam 2 tahun ke depan.

Tech3 sudah terikat kontrak dengan Pierer Mobility hingga akhir 2026, kerjasama LCR dan Honda berlanjut selama 2 tahun, Gresini memiliki kontrak dengan Ducati untuk 2023 dan Mooney VR46 telah berkomitmen untuk Ducati bahkan hingga akhir 2025.

Asumsi bahwa Valentino Rossi mencari peluang untuk keluar dari Ducati dan berlabuh di Yamaha, sejauh ini belum terkonfirmasi. Selain itu, fakta bahwa pembalap berusia 43 tahun itu menandatangani kontrak balap mobil sport dengan Audi Sport, dimana Grup Audi adalah yang memiliki Ducati.

“Faktanya, kami tidak akan memiliki tim satelit pada tahun 2023,” kata Lin Jarvis.

Apakah ini berarti kemunduran bagi proyek MotoGP Yamaha karena tidak mungkin lagi mengembangkan bakat dalam tim satelit? “Tidak mempunyai tim satelit tentu bukanlah hal yang kami inginkan. Kami selalu mempunyai tim satelit sejak awal era MotoGP 4-tak pada tahun 2002. Bahkan, sebelum di Kejuaraan Dunia 500cc kami memiliki beberapa. Tapi setelah periode 500cc, diputuskan di Yamaha bahwa jumlah motor yang optimal di grid adalah 4. Kami selalu berpegang teguh pada itu, dengan pengecualian 2 tahun Open Class pada tahun 2014 dan 2015 dengan Forward. Awalnya hanya pengiriman mesin, kemudian mereka juga menerima beberapa sasis,” kata Jarvis menjelaskan.

Bos asal Inggris itu menambahkan, “Jadi jumlah yang ideal adalah 4 motor MotoGP. Jadi fakta bahwa kami hanya akan ada 2 motor di kelas utama akan menjadi situasi baru yang berbeda bagi kami. Akankah kita menderita kerugian jangka pendek sebagai dampaknya? Tidak, tidak dalam waktu dekat. Tetapi ada beberapa alasan yang mewakili tim satelit. Pertama, mendukung kejuaraan. Kedua, kita memiliki dua tempat di mana kita membawa pembalap muda ke kejuaraan dunia, pemula yang bisa kita bangun. Dan ketiga, kita mempunyai lebih banyak mesin di lingkungan yang kompetitif. Ini memberi kita lebih banyak data, lebih banyak informasi, dan lebih banyak masukan dari pembalap. Kita bisa mengembangkan motornya.”

Apakah 4 motor juga membantu dalam memenangkan kejuaraan one-make? “Itu tidak penting,” tegas Jarvis meyakinkan.

Namun pada 2019, pembalap tim satelit Quartararo dan Morbidelli masing-masing meraih 3 kemenangan MotoGP, dan faktanya lebih banyak dari tim pabrikan. Jarvis menjawab, “Ya, itu benar. Tapi itu lebih merupakan konsekuensi ketimbang perintah. Target kami adalah Gelar Dunia Pembalap. Apa pun yang kami menangkan adalah konsekuensi dari itu dan itu positif.”

“Saya tegaskan bahwa, tidak adanya tim satelit tidak merugikan kami dalam jangka pendek karena kami tidak harus membangun pembalap muda berbakat untuk tahun 2023,” lanjut Lin Jarvis.

“Sekarang kami mempunyai 2 pembalap yang sesuai dengan deskripsi itu. Fabio dan Franco sama-sama masih muda. Fabio dikontrak hingga akhir 2024, kontrak Franky berakhir pada akhir musim 2023. Target kami adalah membuatnya kembali cepat dan memberi Fabio dan Franky paket motor terbaik,” imbuhnya.

Namun, Yamaha mungkin juga tidak akan menemukan tim satelit untuk tahun 2024. “Itu mungkin. Tapi kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di dunia ini. Segalanya bisa berubah dengan sangat cepat,” pungkas Jarvis.

Itu terbukti pada tahun 2021 ketika Maverick Vinales memutuskan kontraknya dengan Yamaha pada pertengahan Agustus.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page