Jorge Martin: Saya Gunakan Set-up Mirip Punya Pecco!

RiderTua.com – Sejak GP Argentina pada 3 April lalu, akhirnya Jorge Martin kembali naik podium. Pembalap Pramac itu mengaku menggunakan set-up mirip punya Pecco Bagnaia saat itu. Dan itulah salah satu kunci kesuksesannya di balapan kandangnya kemarin. “Saya menggunakan set-up untuk bagian depan motor yang mirip punya Pecco, mulai dari Jerez dan seterusnya,” kata ‘Martinator’.. Dan terbukti di Catalunya dia kembali cepat, setelah seri-seri sebelumnya bermasalah..
(Artikel ini bukan untuk narasi konten Youtube..! baca: terms-of-service-Copyright)

Jorge Martin: Saya Gunakan Set-up Mirip Punya Pecco

Jorge Martin melakoni musim keduanya di MotoGP dengan tidak mudah. Pembalap berusia 24 tahun itu memulai musim dengan awal yang sulit. Dia digagalkan oleh Pecco Bagnaia pada balapan pembuka musim di Qatar. Kemudian dia crash di Mandalika di wet race. Tapi kemudian dia berhasil finis di tempat kedua di Las Termas. Di COTA-Austin, Martin meraih pole position namun harus puas hanya finis ke-8.

Faktanya, penampilan rider Pramac-Ducati itu di sesi kualifikasi di empat balapan GP Eropa cukup meyakinkan. Pembalap berjuluk Martinator itu dua kali start dari pole position dan dua kali start dari posisi ke-2 di grid. Namun dalam perebutan BMW M Award untuk pembalap dengan kualifikasi terbaik, dia harus menyerahkannya kepada Aleix Espargaro.

Martinator

Kebangkitan Martin di empat balapan Eropa, harus kembali menurun setelah mengalami crash di GP Portimao. Kemudian di Jerez mendapat hukuman penalti 3 detik. Tangannya terasa mati rasa saat menarik gas dan kembali crash di Le Mans. Di Mugello, dia mengalami masalah transmisi dan hanya finis ke-13.

Berhasil finis ke-2 di Montmelo membuat pembalap asal Spanyol itu lega dan senang. Karena dengan menggunakan kembali set-up dari balapan pertama musim ini, Martin berhasil menemukan feeling itu lagi. “Aku masih Martinator yang sama,” tegasnya penuh arti.

Setup Mirip Pecco

Pembalap Pramac Ducati itu menambahkan, “Saya seorang pembalap yang benar-benar membutuhkan bagian depan untuk bisa membalap dengan baik. Memang, itu berlaku untuk semua pembalap, tapi mungkin saya menginginkan lebih. Pada balapan-balapan sebelumnya, saya tidak punya feeling untuk bagian depan, saya selalu jatuh dan tidak tahu alasannya. Itu masalah utama. Saya mulai kehilangan kepercayaan diri dan sangat lambat saat memasuki tikungan. Kemudian kami memutuskan untuk kembali ke motor standar kami dan feeling itu langsung kembali. Saya sangat bahagia dan siap untuk masa depan.”

Apa yang dimaksud Martin dengan motor standar? “Saya menggunakan set-up untuk bagian depan yang mirip punya Pecco, mulai dari Jerez dan seterusnya. Sejak Jerez saya sudah lambat. Jadi kami kembali ke set-up standar saya dan rasanya seperti motor yang sama sekali berbeda dari FP1. Di FP2 saya hampir berada di urutan kedua, dan pada hari Minggu saya naik podium,” jawab rekan setim Johann Zarco itu.

“Saya pikir saya akan lebih sering berada di depan karena kini saya lebih percaya diri,” pungkas Martin dengan percaya diri. Operasi pada lengan kanan yang dilakukan pada hari Senin lalu, secara fisik seharusnya juga membantunya untuk tampil 100 persen lagi. (Artikel ini bukan untuk narasi konten Youtube..! baca: terms-of-service-Copyright)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page