Jorge Martin: Saya Masih ‘Martinator’ 

RiderTua.com – Sebelum menjalani operasi di Modena pada hari Senin, Jorge Martin merayakan podium keduanya musim ini di balapan kandangnya Catalunya. Bagi Martin, podium pertama yang diraihnya di GP Argentina pada 3 April lalu adalah sebuah pembebasan. “Untuk kembali naik podium setelah melewati bulan-bulan yang sulit dengan banyaknya kritikan, tidak mudah untuk tetap fokus sepenuhnya. Tapi hari ini saya menunjukkan bahwa saya masih Martinator yang sama seperti di awal tahun. Saya optimis untuk balapan berikutnya, karena motor ini akhirnya bekerja dengan baik. Saya pikir kami mengubah hanya satu klik sepanjang akhir pekan. Itu yang paling penting. Saya sangat senang. Feeling pada motor dan kepercayaan diri saya kembali. Saya beruntung bisa menghindar (dari Nakagami)…” ujar rider berusia 24 tahun itu sumringah.

Jorge Martin: Saya Masih Martinator

Jorge Martin finis ke-2 di belakang Fabio Quartararo (Yamaha) pada race hari Minggu di Montmelo. Start dari baris kedua, pembalap berusia 24 tahun itu berada di depan sejak awal.

Pembalap asal Madrid-Spanyol itu mengatakan, “Saya lolos dengan sangat cepat di awal. Saya menyalip Fabio Di Giannantonio dan juga mampu mengejar Zarco. Kemudian Nakagami meluncur dengan super cepat. Saya pikir, ‘ini bencana’. Selain itu dia juga kehilangan kendali di bagian depan dan crash saat masuk tikungan pertama.”

Aman dari Insiden

“Saya beruntung bisa menghindar. Saya melihat Pecco jatuh dan sulit untuk kembali fokus. Tapi kemudian saya sangat konsisten dan menjaga manajemen ban. Saya mencoba berada di depan Aleix dan memiliki celah kecil sehingga ban depan bisa menjaga suhu yang baik. Tapi dia melawan, itu pertarungan yang bagus.”

Kemudian Aleix Espargaro membuat kesalahan serius. Dia merayakan satu lap terlalu dini untuk memperebutkan posisi kedua. “Saya pikir dia punya masalah teknis. Dia nge-push sangat keras di dua lap sebelumnya. Ini memungkinkan saya untuk membuka celah bagi Zarco. Saya bahkan mendekat lagi, karena dia menghancurkan ban belakangnya dan berpikir itu manuver lap terakhir,” jelas Martin.

“Tapi kemudian deru mesinnya menurun. Saya bahkan sempat mematikan gas di trek lurus, karena saya pikir mesin saya juga akan mati. Ini memalukan baginya, karena ini adalah balapan kandangnya dihadapan banyak penggemar. Tapi dia melakukan pekerjaan yang hebat sepanjang akhir pekan. Tapi dia pasti kuat di trek mana pun,” imbuh Martin untuk menghibur sahabatnya itu.

Apa yang berubah pada GP22? “Ini hanya feeling untuk bagian depan motor. Saya bisa melibas tikungan lagi dan ‘slide’ dengan roda belakang. Jika kita melihat foto-foto dari dua minggu lalu, saya tidak bisa melakukannya, saya tidak merasakan apa-apa untuk bagian depan. Aku hanya berusaha untuk tidak jatuh. Kalau harus membalap seperti itu, tidak mungkin,” lanjutnya.

“Hari ini saya mencoba untuk menyingkirkan semuanya. Aku punya beberapa saat, tapi setidaknya aku merasakannya. Di balapan lain saya baru saja crash. Saya senang, tim juga sangat senang. Saya merasa seperti kembali menjadi bagian dari keluarga besar di Pramac. Semoga kami bisa melanjutkan hasil ini. Saya harap saya juga bisa kompetitif di Jerman,” pungkas Martin.

Namun sebelum GP Sachsenring, Martin akan menjalani operasi pada lengan kanannya di Modena-Italia pada hari Senin. Karena sejak tahun lalu, dia kesulitan karena tangannya sering mati rasa. Operasi ini untuk menghilangkan masalah pada saraf dan untuk memperbaiki semua.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page