Johann Zarco: FRHD Tidak Membuat Motor Lebih Berbahaya

RiderTua.com – Johann Zarco: Front Ride Height Device (FRHD) tidak membuat motor lebih berbahaya… Ducati membuat kehebohan baru pada tes MotoGP IRTA di Sepang pada awal Februari lalu. The Red asal Borgo Panigale itu mengeluarkan sistem baru yang dipasang pada Desmosedici GP22. Sistem baru tersebut yakni FRHD yakni sebuah sistem cerdas, yang bagian depan motor dapat diturunkan saat berakselerasi saat berkendara. Namun sama seperti yang sudah-sudah, penemuan baru Gigi Dall’Igna itu menuai protes dari 5 pabrikan yang menjadi anggota asosiasi MSMA. Johann Zarco menyayangkan perangkat FRHD tidak boleh digunakan tahun depan. Pembalap Pramac Ducati itu menegaskan, “Perangkat itu tidak membuat motornya lebih berbahaya.”

Johann Zarco: FRHD Tidak Membuat Motor Lebih Berbahaya

5 pabrikan yang menentang keras sistem baru Ducati itu berunjuk rasa di balik larangan sistem dengan alasan keamanan dan karena anggaran tinggi. Komisi Grand Prix mengikuti permintaan rival Ducati, dan pada pertemuan virtual pada 18 Maret mereka memutuskan bahwa tim MotoGP tidak akan lagi diizinkan menggunakan FRHD mulai 2023.

Pembalap Pramac Ducati, Johann Zarco menyesalkan larangan tersebut. Ketika ditanya tentang hal itu saat konferensi pers di Argentina, pembalap berusia 31 tahun itu sambil tertawa berkata, “Kami harus menggunakannya dengan baik tahun ini untuk mengambil keuntungan.”

Tidak Berbahaya…

Dan pembalap asal Prancis itu sedikit menambahkan dengan lebih serius, “Saya pikir ini menarik untuk dikembangkan. Ketika Ducati mengembangkannya, kami menemukan beberapa feeling yang sangat menarik.”

“Mungkin dilarang untuk membatasi pengembangan ke arah itu, tapi saya pikir itu tidak membuat motor lebih berbahaya. Sangat disayangkan bagi Ducati, para insinyur suka bereksperimen dengannya untuk mencari keunggulan. Tapi kami akan beradaptasi. Saya tidak berpikir itu membuat motor lebih berbahaya dan kami harus menggunakannya dengan baik musim ini,” tegas Zarco.

Sehubungan dengan balapan akhir pekan mendatang di Argentina, yang jadwalnya harus disesuaikan karena keterlambatan pengiriman kargo, rekan setim Jorge Martin itu mengatakan, “Saya memiliki beberapa kenangan indah tentang sirkuit ini sejak di Moto2. Trek ini cukup cepat, memiliki tikungan yang panjang dan cepat, yang saya suka.”

“Bersama Yamaha saya mendapatkan hasil yang bagus pada tahun 2017 dengan finis di posisi ke-5 di MotoGP. Setahun kemudian saya berhasil naik podium ke-2 saat Cal Crutchlow memenangkan balapan. Pada 2019, saya mengalami kesulitan dengan KTM,” kenang pembalap asal Cannes yang hanya finis di urutan ke-15 dalam balapan terakhir di Autodromo Termas de Rio Hondo.

Sejak itu, MotoGP harus dua kali membatalkan balapan di Argentina akibat krisis kesehatan dan kebakaran. “Lama sekali,” keluh Zarco, yang juga berharap hasil yang kuat mengingat dia berhasil finis di posisi ketiga di Mandalika.

“Saya nyaman di Ducati, tapi saya pikir saya selalu bisa mendapatkan lebih banyak dari itu sampai potensi penuh motor tercapai. Saya harap saya bisa melakukannya di sini. Podium di Mandalika tentu memberi kami motivasi ekstra, tetapi kami harus melihat bagaimana hasilnya dengan jadwal baru. Hari Sabtu pasti akan terasa panjang dan sibuk, kami harus bekerja dengan cerdas,” pungkas pemenang GP 16 kali itu.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives