‘Review Jujur’ Johann Zarco: Motor Ducati GP22 Tidak Sebaik Motor Tahun Lalu!

RiderTua.com – Bukan mengada-ada atau cari kambing hitam, karena Johann Zarco adalah pembalap terbaik Ducati yang mengendarai GP22. Dia secara jujur mengatakan motor terbaru Ducati tidak tampil sebaik motor tahun lalu (GP21). Alasannya? ada yang salah dengan GP22, bukan hanya Elektronik saja, tapi perangkat start ‘roket’ juga tidak konsisten berfungsi.. Di GP Indonesia, beberapa pembalap Ducati dengan motor GP22 mengalami nasib yang sama seperti Jack Miller, yang turun dari posisi keempat di kualifikasi menjadi kesembilan dalam balapan, mungkin karena masalah teknis.

Rekan satu mereknya di Ducati, Francesco Bagnaia, turun dari peringkat kesembilan ke peringkat lima belas. Bahkan Luca Marini dari VR46 turun dari urutan 17 di grid bersama dengan rekan setim Jorge Martin yang mendapati dirinya terdegradasi dari urutan 13 ke 19. Tidak ada keraguan bahwa ada sesuatu yang terjadi di Ducati. Rahasianya adalah ‘perangkat start’ Ducati tidak konsisten Johann Zarco menggambarkan dengan, “Ducati melaju dengan sangat cepat (dengan alat temuan baru) hanya 2 kali dari 10 kali kesempatan, dan 2 kali kencang-nya itu di dapat bukan saat balapan, tapi latihan (sebelum race)..”

Review Jujur Johann Zarco: Motor Ducati GP22 Tidak Sebaik Motor Tahun Lalu…

Tapi apa sebenarnya yang terjadi? Seperti yang diyakini Zarco, kemunduran itu merupakan kombinasi dari kemajuan rival Ducati yang dikombinasikan dengan masalah sistem start ‘super cepat’ baru yang sayangnya terlihat kurang konsisten di GP22. “Memang benar bahwa kami bagus dalam fase start tahun lalu karena kami berkembang dengan perangkat holeshot, tetapi kemudian pabrikan lain juga melakukan perbaikan dengan holeshot mereka dan di paruh kedua musim ada merek lain yang start dengan sangat, sangat cepat,” kata Zarco.Review Jujur Johann Zarco: Motor Ducati GP22 Tidak Sebaik Motor Tahun Lalu

Menurut Zarco, Ducati mengalami masalah serius dengan GP22 pada saat start.. “Mengapa semua pembalap Ducati start dengan buruk dua minggu lalu di Qatar? Saya benar-benar tidak tahu. Mungkin sistemnya tidak bekerja dengan sempurna dan yang lain telah melakukan perbaikan dan lebih konsisten. Kami mencoba untuk melakukan yang lebih baik lagi, tetapi mungkin kami mengambil langkah mundur. Kami memiliki performa, tetapi mungkin kami harus lebih konsisten untuk memiliki lebih banyak peluang untuk melakukannya dengan baik setiap saat”.

Untuk mendapatkan gambaran lebih jelas tentang masalah yang mereka hadapi, Zarco menjelaskan.. “Saya bisa start dengan sangat cepat, tetapi saya hanya melakukannya dua kali dengan baik dari sepuluh kali kesempatan. Dan dua start yang bagus tadi bisa bisa saya lakukan bukan saat balapan (tapi saat latihan), maka itu adalah risiko besar… Itu tidak bagus. ”

Rekan setim Ducati lainnya adalah Marini, yang mengkonfirmasi masalah start motor.. “Dengan GP22 kami tidak start dengan baik, tapi saya rasa itu bukan sesuatu dengan motornya. Mungkin kami tidak tepat. Karena kopling sangat sulit digunakan. Jika Anda melewatkan poin yang tepat, sulit untuk mendapatkannya kembali. Anda hanya membuat kesalahan dan kehilangan 0,1 detik saat start. Mungkin itu saja. Juga di Ducati (GP19) tahun lalu Anda harus sempurna dengan kopling. Itu bisa dilakukan dengan sempurna, tetapi sulit.”

Zarco Ragu dengan Performa Motor Ducati

Keraguan melanda Johann Zarco, “Ketika segala sesuatunya berhasil, tampaknya kami memiliki keunggulan atas semua orang. Tetapi ketika segala sesuatunya berjalan kurang baik, kita mulai bertanya-tanya apakah mungkin kita melakukan terlalu banyak. Tapi Anda juga bisa melihat hal yang sama di Yamaha, di mana kami dapat mengatakan bahwa mereka tidak pernah meningkatkan power mesin (tapi punya kelebihan di tempat lain)… Keseimbangan ini selalu ada.”

Motor baru juga membutuhkan lebih banyak tes untuk membuktikan kemajuan semacam ini, “Setelah balapan, Anda dapat mengomentarinya seperti ini dan jika ada lebih banyak tes, kami dapat menguji banyak hal. Ya, kami memiliki waktu tes dua hari di Malaysia dan tiga hari di sini di Mandalika, tetapi tiga hari di sini seperti satu hari, karena dua hari pertama bergantung pada kondisi trek yang buruk dan itu membuat situasi sulit untuk dikendalikan.”

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives