RiderTua.com – Nggak kerasa sudah tujuh bulan sejak Urban Cruiser EV dijual di Indonesia sebagai mobil listrik keduanya setelah bZ4X. Tapi berapa unit BEV yang sudah terjual hingga bulan Mei 2026? Ternyata kurang dari 50 unit, walau ini sudah cukup bagus.
bZ4X dan Urban Cruiser EV Baru Terjual 42 Unit
Toyota sebenarnya punya banyak mobil listrik di luar negeri, tapi baru ada dua model yang dijual di Indonesia. Jelas mereka nggak bisa sembarangan membawa model BEV-nya ke sini, jadi mereka hanya bisa membawa dua model saja, yaitu bZ4X dan Urban Cruiser EV. bZ4X sendiri sudah cukup lama dijual di pasarnya, sedangkan Urban Cruiser EV terbilang cukup baru untuk model seperti ini.

Dari bulan Januari sampai Mei 2026, ternyata baru ada 42 unit mobil listriknya yang terjual di Indonesia, dengan rincian 41 unit bZ4X dan satu unit Urban Cruiser EV. Hasil yang didapatnya ini jauh lebih sedikit ketimbang merek lainnya yang bisa tembus lebih dari 500 unit, bahkan ada yang melebihi 1.000 unit tiap bulannya. Terlebih sebagian besar penjualannya disumbangkan oleh bZ4X yang sudah dirakit lokal, sementara Urban Cruiser EV masih diimpor langsung dari India.
Melihat dari harga jualnya, bZ4X masih lumayan mahal untuk mobil SUV listrik, tapi apa boleh buat, baterainya belum bisa dirakit lokal dan ini yang selalu menjadi biang kerok mahalnya harga BEV. Tapi setidaknya harganya tidak lagi tembus Rp 1 miliar seperti dulu, karena harga yang satu ini sudah terlalu mahal untuk SUV listrik seperti bZ4X. Jadi keputusannya merakit bZ4X dianggap sudah tepat, meski banderolnya masih di atas Rp 500 juta.

Model CBU
Sedangkan Toyota jelas belum bisa merakit lokal Urban Cruiser EV yang masih didatangkan dalam model CBU dari India. Walau harganya sedikit lebih terjangkau dari bZ4X yang tembus Rp 800 juta, banyak konsumen yang melirik model yang satu ini karena banderolnya melebihi Rp 500 juta. Urban Cruiser EV sendiri dijual Rp 760 jutaan, dan harganya ini hampir setara dengan kembarannya yang dirilis tiga bulan setelahnya, yaitu Suzuki e Vitara.
Ternyata e Vitara juga senasib dengan Urban Cruiser EV, dimana modelnya belum bisa melampaui model seperti BYD Atto 3 hingga Chery E5. Kemungkinan e Vitara hanya terjual kurang dari 50 unit, atau mungkin jauh lebih sedikit dari itu, karena kabar terakhir menyebut ada 8 unit e Vitara yang dikirim ke konsumen. Sama seperti kembarannya, e Vitara masih diimpor dari India, meski ini sudah menjadi pemandangan biasa mengingat Suzuki sering mendatangkan unitnya dari negara ini.

Tetap Jualan BEV
Sepertinya Toyota sudah tahu performa penjualan model BEV-nya belum semaksimal yang diperkirakan. Tapi setidaknya ini sudah menjadi hasil yang bagus mengingat persaingan di pasarnya jauh lebih ketat dari awal penjualan bZ4X di Indonesia. Banyak merek yang kini makin berani menjual banyak mobil listrik, dan tidak sedikit diantaranya berupa mobil murah.
Merek asal China yang paling sering melakukan ini, seperti BYD, Chery, Jaecoo, dan masih banyak lagi. Jelas merek lainnya bakal tertinggal lebih jauh lagi kalau belum bisa menghadirkan mobil listrik murah disini, termasuk Toyota. Kelihatannya menjual mobil jenis ini lebih sulit dari yang diduga meski bZ4X sudah dirakit lokal sejak tahun lalu.

Sementara di luar negeri, mereka bisa menjual mobil listrik murah karena sudah ada pasokan komponen untuk BEV-nya. Tapi tidak dengan di Indonesia, dan ini cukup menyulitkannya untuk menjual bZ4X dengan harga lebih murah kalau baterainya masih diimpor. Untuk sekarang, mereka ingin fokus jualan mobil ramah lingkungannya, baik itu listrik maupun hybrid.
Soal mobil listrik, merek asal China yang jadi jawaranya dengan banyaknya model entry level yang ditawarkan, membuat merek dari negara lainnya kalah telak.






