Dendam Stefan Bradl? Kecuali Aprilia, 5 Pabrikan Bisa Memenangkan Gelar Dunia

RiderTua.com – Stefan Bradl berujar bahwa: 5 pabrikan bisa memenangkan gelar dunia, kecuali Aprilia (kenapa tidak masuk nominasi, apakah ada dendam dengan Aprilia)… Pada hari Jumat dan Sabtu (25-26 Maret), pembalap MotoGP asal Jerman itu melakoni tes selama 1,5 hari dengan tim uji Honda Eropa di Circuito de Jerez Angel Nieto. Pembalap berusia 32 tahun itu kini bersiap untuk ambil bagian dalam dua seri yakni di GP Termas de Rio Hondo dan GP Austin/Texas sebagai pembalap cadangan untuk menggantikan Marc Marquez. Ini adalah dua trek balap yang belum pernah dilibas oleh tes rider Honda itu sejak 2016 (saat itu di tim pabrikan Aprilia MotoGP). Namun pada tahun 2014, Bradl mengamankan posisi ke-5 bersama LCR-Honda, dan dia membawa Aprilia ke posisi ke-7.

BTW: Bicara masalah dendam, dulu Bradl pernah menolak gantikan Iannone (yang diskors) di Aprilia (untuk musim 2020), usut punya usut dia ada dendam lama.. Stefan Bradl merasa dicampakkan begitu saja (tahun 2016). Karena perlakuan Aprilia itu dia menolak pinangan Aprilia walaupun jadi pembalap reguler gantikan Andrea Iannone.

Stefan Bradl: 5 Pabrikan Bisa Memenangkan Gelar Dunia

Akhir pekan lalu, Stefan Bradl juga berada di Mandalika sebagai narasumber untuk ServusTV. Seperti di Qatar, dia juga mengamati secara langsung seberapa dekat Kejuaraan Dunia MotoGP 2022. Sebagai informasi, setelah dua balapan, 9 pembalap teratas hanya terpaut 10 poin.

Setelah dua seri, apakah mungkin untuk menarik kesimpulan awal tentang keseimbangan kekuatan di musim ini? “Sangat sulit untuk menarik kesimpulan setelah dua balapan pertama. Sejauh ini semuanya mungkin. Saya percaya bahwa pada tahun 2022, kecuali Aprilia, setiap pabrikan bisa menjadi juara dunia,” tegas Bradl.

“Di satu sisi, pada hari itu banyak tergantung pada kondisi pembalap. Di sisi lain, kita harus menunggu dan melihat, bagaimana ban cocok dengan motor dari pabrikan yang berbeda di masing-masing balapan akhir pekan dan siapa yang paling cocok dengan ban. GP Indonesia luar biasa dalam hal ban. Di Argentina pada tahun 2016, kami memiliki ban yang terlalu panas seperti ini. Saat itu balapan juga dipersingkat menjadi 20 lap,” imbuhnya.

Stefan Bradl telah memperpanjang kontrak dengan HRC hingga akhir 2023. Dia memuji KTM. Karena pabrikan asal Austria itu kini dengan terampil menyelamatkan diri dari titik terendah untuk kedua kalinya dalam setahun.

Stefan mengatakan, “KTM mencetak 45 dari kemungkinan 50 poin di klasemen konstruktor. Keuntungan kita adalah, kita memiliki dua pembalap yang kuat dan hampir setara dalam tim pabrikan. Ini mirip dengan Suzuki karena Rins dan Mir kuat, tapi Alex Rins sedikit lebih tidak konsisten. Di Pramac, Johann Zarco dan Jorge Martin berada di level yang sama, keduanya cepat. Di Repsol-Honda, Pol Espargaro juga memiliki penampilan yang kuat tahun ini, mencatat waktu terbaik di Tes Mandalika dan ke-3 di GP Qatar. Dia juga kandidat untuk Gelar Dunia.”

Bradl memiliki penjelasan yang masuk akal atas kegagalan runner-up Pecco Bagnaia, yang memenangkan 4 dari 6 balapan terakhir pada musim 2021 dan hanya satu kali gagal finis pada 2022. “Baginya, tekanan terlalu tinggi sebagai seorang pembalap Italia di tim pabrikan Ducati. Saya pikir Pecco masih melakukan pekerjaan yang luar biasa, terutama karena dia masih mengembangkan part-part baru. Tapi saya harap dia tidak stres di bawah tekanan. Tekanan dari Ducati untuk pembalap Italia ini juga tidak luput dari perhatian Dovi,” ungkap Bradl.

Bagnaia telah memperpanjang kontraknya dengan Ducati Corse hingga 2024. Rekan setimnya Jack Miller (finis ke-4 di Mandalika dan peringkat 4 dalam klasemen 2021) harus ‘khawatir’ karena Enea Bastianini atau Jorge Martin bisa mencuri posisinya di tim pabrikan darinya. “Jack Miller masih kesulitan untuk kontrak baru,” ucap Stefan Bradl.

“Masih ada 19 dari 21 seri musim ini. Setidaknya 9 pembalap pertama di klasemen Kejuaraan Dunia dapat menghitung peluang mereka untuk memenangkan gelar,” lanjutnya.

Bradl tidak balapan MotoGP sejak Portimao pada 7 November 2021, di mana dia finis di urutan ke-15. Sekarang dia harus kembali pindah dari tes rider ke mode racer, dan senang menemukan trek balap yang relatif mudah di Argentina.

Bradl menambahkan, “Dalam hal trek, autodrome ini adalah yang paling sedikit menuntut fisik dari semua trek balap. Las Termas adalah lintasan pemanasan yang baik dan untuk masuk ke mode balapan, jika saya dipanggil ke sana. Karena Termas de Rio Hondo memiliki radius tikungan yang lebar, hanya ada sedikit manuver pengereman yang keras.”

Juara Dunia Moto2 2011 itu sedang bersiap untuk melakukan tugas yang sulit. Tapi dia tidak kehilangan selera humornya. “Sayangnya, saya sudah 30 poin di belakang pemimpin klasemen Enea Bastianini,” jawabnya sambil tertawa ketika ditanya apakah dia sudah tertinggal dalam perebutan gelar dunia..?

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives