RiderTua.com – Franco Morbidelli adalah salah satu pembalap yang terancam kehilangan tempat di MotoGP pada 2027 senasib dengan Alex Rins, Brad Binder, dan Jack Miller. Keempat pembalap ini bisa saja banting setir ke WSBK, dan itu merupakan opsi yang paling realistis mengingat tahun depan ajang Superbike akan menggunakan ban Michelin.
Namun Franky mengaku bahwa saat ini dia punya urusan yang belum selesai di MotoGP. “Saya seorang pembalap. Saya mencintai balapan. Pekerjaan saya di sini belum rampung. Saya rasa tujuan saya sedikit berubah setelah 3 tahun pertama di MotoGP. Awalnya saya datang dengan target untuk menjadi juara dunia dan saya nyaris meraihnya pada 2020,” ungkap rider tim VR46 Ducati itu.
Franco Morbidelli Terancam Kehilangan Kursi di MotoGP: Ingin Menyelesaikan Pekerjaan Saya Terlebih Dulu

Di saat rekan setimnya saat ini Fabio Di Giannantonio dikabarkan telah melakukan kesepakatan dengan tim pabrikan KTM untuk 2027, di sisi lain Franco Morbidelli justru kehilangan tempatnya. Kabarnya tim VR46 sudah melakukan kesepakatan dengan Nicolo Bulega untuk menggantikan Franky, sementara itu kursi Diggia sudah diberikan Ducati kepada Fermin Aldeguer yang dipindah dari tim Gresini.
“Tetapi kemudian saya mengalami beberapa masalah dan saya tidak bisa mencapai atau bahkan mendekati target saya. Jadi target saya sedikit berubah. Sekarang yang terpenting adalah kembali memenangkan balapan terlebih dahulu. Sangat penting bagi saya untuk kembali meraih kemenangan, sebelum berpikir tentang memenangkan gelar dunia. Saat ini saya masih jauh dari level itu. Jadi saya ingin menyelesaikan pekerjaan saya. Itulah yang ingin saya lakukan,” jelas rider asal Roma Italia itu.

BTW, Franky menjalani debutnya di MotoGP pada 2018 bersama Honda di tim Marc VDS dan menunjukkan performa impresifnya dengan meraih gelar rookie of the year. Setahun kemudian dia pindah ke Yamaha di tim Petronas dan berhasil menjadi runner-up pada 2020. Lalu rider berusia 30 tahun itu dipromosikan naik ke tim pabrikan Yamaha pada 2021. Pada 2024 dia pindah ke Ducati di tim Pramac dan pada 2025 pindah ke tim VR46 milik sang guru Valentino Rossi hingga sekarang. Dalam 9 tahun berkompetisi di kelas utama, Franky baru meraih 3 kemenangan GP dan 4 podium lainnya (total 7 podium).
Tahun ini, hasil terbaik Franky di race utama/grand prix adalah finis di posisi ke-8 pada balapan pembuka musim di Thailand. Tapi dalam sprint race, dia berhasil naik podium setelah finis ke-3 di Jerez. Setelah 8 seri pertama MotoGP musim 2026, dia hanya menempati peringkat 14 dengan perolehan 40 poin dalam klasemen. Ini artinya Morbido menjadi pembalap Ducati paling bawah di klasemen.

Pada musim 2025, Franky berhasil meraih 2 podium yakni di GP Argentina dan Qatar. Ini merupakan podium pertama sejak terakhir meraih podium pada 2020. “Saya ingin mendedikasikan podium ini kepada orang-orang yang menderita, yang merasa tidak punya peluang dan hanya berpikir bahwa mereka lebih buruk daripada orang lain. Banyak orang yang mengatakan bahwa saya tidak punya peluang, gagal meraih hasil apik, tidak punya kecepatan, dan dia tidak punya kelebihan apa-apa. Saya berterima kasih kepada semua orang di dalam tim, dan saya mendedikasikan podium ini kepada orang-orang yang sedang berjuang,” pungkas Franco Morbidelli.
Masa depan Franco Morbidelli di MotoGP 2027 kini berada di ujung tanduk setelah kursinya di VR46 Ducati dirumorkan akan digantikan Nicolo Bulega.. Meski terancam kehilangan kursi untuk MotoGP 2027, Morbidelli masih bertekad bertahan di kelas utama dan membuktikan bahwa dirinya belum habis…






