Luca Marini: Kelemahan Ergonomi Sudah Teratasi Seperti Jorge Lorenzo?

RiderTua.com – Sebagai pembalap paling jangkung di MotoGP (184cm), kelemahan Marini sekarang yang masih ada sedikit adalah saat di trek lurus. Bukan hanya Jorge Lorenzo yang menghabiskan waktu lama untuk mengatur posisi duduk dengan benar di atas motor Ducati. Luca Marini juga bereaksi sangat sensitif terhadap masalah ergonomi. Rider berusia 25 tahun itu juga memberi saran kepada rekan setimnya di Mooney VR46, Marco Bezzecchi saat melakoni tes musim dingin pertama MotoGP. Luca mengatakan bahwa menemukan posisi yang tepat di atas motor sangatlah penting, terutama bagi seorang rookie. “Saya sendiri masih menyesuaikannya, ini luar biasa. Saya pikir saya lebih buruk dari Jorge Lorenzo. Mungkin Ducati sudah lama membenci saya karena meminta banyak hal (sehubungan dengan perubahan perombakan ergonomi riding),” ujar adik Valentino Rossi itu sambil tersenyum. Lorenzo juga tercatat meminta banyak hal diubah (yang terkesan cerewet) mulai dari tangki, jok motor dan posisi lainnya, demi merasa nyaman saat melaju.. Kita lihat apakah akan sama dengan Lorenzo yang sudah menemukan kecepatan dan bisa bicara podium? akan bersaing dengan ‘adik sebelah’ nih…

Luca Marini: Saya Lebih Buruk dari Jorge Lorenzo (Ergonomi)

Marini merupakan pembalap tertinggi di kelas MotoGP dengan tinggi 1,84 m. Putra Mama Stefania itu menekankan, “Tahun ini saya merasa jauh lebih baik di atas motor. Saya punya lebih banyak waktu untuk mesin 2022, yang fantastis. Saya harap kami masih bisa melakukan sesuatu untuk Qatar. Karena untuk merasa lebih nyaman, saat ini saya sedikit menyerah di trek lurus. Di Mandalika kecepatan tidak begitu penting, tapi di Qatar penting. Kami masih memikirkan sesuatu agar menjadi lebih kompetitif di Qatar.”

Dari segi kondisi fisik, runner-up Moto2 2020 itu merasa siap menjalani musim keduanya di kelas premier. “Secara fisik saya mempersiapkan diri lebih baik karena saya tahu persis apa yang diharapkan. Masalah musim tahun lalu adalah saya tidak bisa melakukan tes pada November 2020. Jadi saya menjalani persiapan musim dingin seperti biasa dan mengandalkan feeling saya dari Moto2,” ujar Luca Marini.

“Saya merasa kuat saat itu, saya menyelesaikan balapan dan memiliki perasaan bahwa saya bisa melakukan run kedua. Tapi kemudian saya menemukan diri saya dalam situasi yang agak rumit karena saya bahkan tidak memiliki kesempatan untuk mempersiapkan motor sedemikian rupa sehingga saya bisa duduk di atasnya dengan relatif nyaman,” imbuh Luca kembali ke topik posisi duduk.

“Selama bergulirnya musim, sulit untuk bekerja pada ergonomi. Kita tidak punya waktu untuk itu di balapan akhir pekan. Satu-satunya hal yang kita pikirkan di balapan adalah melaju secepat mungkin. Jadi kita tidak punya waktu untuk itu, waktu untuk fokus pada detail ini yang pada akhirnya penting jika kita merasa sedikit tidak nyaman dengan motor selama 40 menit.”

“Baik saya maupun Ducati atau tim, tidak ada yang harus disalahkan. Itu hanya faktor bahwa tidak ada tes pada bulan November. Jadi saya tidak tahu apa yang diperkirakan dan sepanjang musim kami tertinggal dalam hal itu. Sekarang kami punya lebih banyak waktu. Saya merasa jauh lebih baik tetapi kita harus melihat bagaimana perasaan saya di balapan. Karena tentu saja semuanya lebih mudah dalam tes,” pungkas Luca Marini setelah menempati posisi ke-3 di tes Mandalika.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives