Sofuoglu: Fase Berbahaya dalam Karir Rea

RiderTua.com – Kenan Sofuoglu berbicara tentang Rea, dimana merupakan fase berbahaya dalam karirnya… Mulai 2015 hingga 2020, Jonathan Rea dan Kawasaki tak terkalahkan di Kejuaraan Dunia Superbike. Mereka telah memenangkan gelar pembalap 6 kali berturut-turut. Sejauh ini, pembalap berusia 34 tahun itu menorehkan 112 kemenangan, 215 podium, 35 pole position dan 92 lap tercepat. Namun pada musim 2021, Juara Dunia baru Toprak Razgatlioglu (yang hampir 10 tahun lebih muda) mengalahkan rider asal Irlandia Utara itu berkat terobosan dari sang mentor sekaligus manajernya, Kenan Sofuoglu. “Hal tersulit bagi Rea adalah menjaga motivasi. Jika kita adalah pemenang balapan dan tiba-tiba orang lain mengalahkan kita, maka kita memasuki fase berbahaya dalam karier kita. Sulit bagi seorang juara. Kemudian menjadi semakin sulit untuk mempertahankan kecepatan.” katanya.

Sofuoglu: Fase Berbahaya dalam Karir Rea

Rea kalah dari pembalap Yamaha itu dengan selisih 13 poin. Pada tahun 2016, Rea terpaut 51 poin di depan rekan setimnya di Kawasaki saat itu, Tom Sykes. Dan pada tahun 2020, dia selisih 55 poin di depan Scott Redding (Ducati). Di tahun-tahun lainnya, dia selalu unggul lebih dari 100 poin!

Usia Razgatlioglu hampir 10 tahun lebih muda dari Rea. Dengan gayanya yang spektakuler dan gaya balap tanpa kompromi, rider asal Turki itu telah menetapkan standar tahun ini dan juga untuk masa depan.

Usai melakoni balapan final di Mandalika, Sofuoglu berkata, “Jonathan berada di posisi yang sulit, Toprak jauh lebih santai.” Pria asal Turki itu sendiri menjadi Juara Dunia Supersport sebanyak 5 kali. Dia telah menemani Razgatlioglu sebagai teman, mentor, pelatih sekaligus manajer sejak dia aktif secara internasional.

Kenan menambahkan, “Sebagai seorang pembalap, kita tahu persis siapa yang bisa mengalahkan kita di lintasan. Johnny merasa, tahun ini Toprak sangat kuat dan dia bisa kehilangan mahkotanya. Tapi di Mandalika, Johnny menunjukkan apa yang dia mampu. Dia memenangkan dua balapan, kemudian tertawa dan memberi selamat kepada Toprak. Dia orang yang sangat baik. Itu adalah kesempatan untuk menunjukkan sportivitas yang bagus yang dia miliki.”

Rea baru saja menerima trofi sebagai pemenang di Sirkuit Mandalika, ketika dia sudah memikirkan tes musim dingin dan memikirkan bagaimana Kawasaki bisa membuat kemajuan dengan ZX-10RR. Dia tahu, mendapatkan kembali gelar tidak akan mudah. Razgatlioglu hampir tidak akan menjadi lebih lemah di tahun ketiganya bersama Yamaha. Sementara Alvaro Bautista kembali ke Ducati dan BMW ingin mencapai puncak dengan Michael van der Mark, Scott Redding dan mesin yang lebih cepat.

“Tidak akan mudah bagi Johnny, saya tahu itu. Jika saya menjadi Johnny, saya akan tahu betapa sulitnya mengalahkan Toprak. Tapi Johnny adalah pemenangnya. Hal tersulit baginya adalah menjaga motivasi. Orang lain mungkin juga mengejarnya. Jika kita adalah pemenang balapan dan tiba-tiba orang lain mengalahkan kita, maka kita memasuki fase berbahaya dalam karier kita. Sulit bagi seorang juara. Kemudian menjadi semakin sulit untuk mempertahankan kecepatan. Tapi itulah olahraga, itu bagian darinya,” pungkas Kenan.

Related Articles

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page