Darryn Binder: Motor MotoGP Hanya Nyaman Saat Terparkir

RiderTua.com – Darryn Binder: Motor MotoGP hanya nyaman saat terparkir… Darryn Binder berani langsung ‘melompat’ dari motor Moto3 ke MotoGP. Pembalap asal Afrika Selatan itu datang dari tim balap Moto3 Petronas Sprinta, langsung ke tim MotoGP milik Razlan Razali, yang baru dibentuk setelah mundurnya perusahaan raksasa minyak dan mineral asal Malaysia Petronas. Di pit tim WITHU Yamaha RNF, Noe Herrera ditunjuk menjadi kepala kru rookie berusia 23 tahun itu. Meski Noe belum memiliki pengalaman di MotoGP, tetapi dia punya pengalaman sewaktu bergabung di tim Red Bull Ajo Moto3. Herrera juga telah memenangkan 8 balapan Moto2 bersama Raul Fernandez tahun ini.

Darryn Binder: Motor MotoGP Hanya Nyaman Saat Terparkir

“Ada beberapa orang baru di tim, di sebelah saya. Saya pikir sangat bagus, kita semua bisa belajar dan tumbuh bersama,” kata Darryn Binder tentang krunya.

Rekan setimnya adalah pembalap senior sarat pengalaman Andrea Dovizioso, yang akan bekerja dengan kepala kru Ramon Forcada yang juga sangat berpengalaman. “Di garasi sebelah, ada kru yang memiliki banyak pengalaman. Jadi kalau butuh bantuan, gak usah kemana-mana, tinggal pergi ke sebelah sebentar, dan kami juga dapat bantuan dari Yamaha,” imbuh adik Brad Binder (Red Bull KTM) itu sambil nyengir.

“Mereka adalah wajah-wajah yang akrab dari paddock. Meski kolaborasi ini baru bagi saya, saya merasa sudah mengenal mereka. Suasana di pit sangat santai dan menyenangkan saat melaoni 2 hari tes, saya sangat menikmatinya,” tambah pendatang baru MotoGP itu.

Pembalap asal Afrika Selatan itu langsung beralih dari Honda Moto3 250cc ke Yamaha YZR M1 1000 cc. Selama tes Jerez, dia menunggangi motornya selama 2 hari. Apa yang ingin Darryn kerjakan di musim dingin, sampai para rookie bisa kembali menunggangi motor MotoGP mereka untuk pertama kalinya pada tes shakedown di Sepang pada 31 Januari?

“Saya akan mengendarai R1 sebanyak mungkin untuk membiasakan diri dengan motor yang lebih berat,” kata peringkat 7 di kejuaraan dunia Moto3 itu.

“Secara fisik, saya harus melatih kekuatan saya karena bobot MotoGP jauh lebih berat. Selain itu, saya jarang berlatih di gym saat masih di Moto3. Aku tidak bermaksud terlalu berat. Saya ingin meningkatkan kekuatan saya, dan menurut perasaan saya bahwa ini akan memberi saya banyak hal. Kemudian saya hanya ingin melibas lap pada motor yang lebih berat dan mencoba untuk konsisten. Selama tes, saya sering merasa bahwa, saya melakukan beberapa hal dengan sangat baik, tetapi sulit untuk menyatukan semuanya,” imbuh Darryn.

Dengan tinggi 1,75 m, apakah Darryn merasa lebih mudah untuk bergerak di atas Yamaha M1 ketimbang di Honda Moto3-nya? “Tentu saja terasa lebih nyaman, tetapi apakah lebih mudah untuk bergerak? Mungkin kalau motornya terparkir,” kata Darryn sambil tertawa.

“Saat motor berjalan, saya terjebak seolah-olah hidup saya dipertaruhkan. Ini tidak mudah, tapi pasti sedikit lebih nyaman,” pungkas pembalap berusia 23 tahun itu.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page