Kia Recall MPV Premium Carnival di AS Karena Ini

RiderTua.com – Carnival generasi keempat sudah dirilis global tahun lalu dan kini sudah dijual di sejumlah negara. Indonesia baru saja mendapatkan MPV premium Kia tersebut pada GIIAS 2021 lalu. Sementara di Amerika Serikat, Kia malah mengumumkan recall terhadap Carnival. Ini terjadi setelah mereka menemukan kerusakan pada pintu gesernya.

Baca juga: Kapan Kia Rilis ‘Kembarannya’ Stargazer?

Kia Umumkan Recall Carnival di Amerika Serikat

Memang kedengarannya tak biasa, sebab Carnival generasi keempat ini sudah hadir di pasar global lebih dari setahun lamanya. Tapi jelas tiap produk tak ada yang sempurna, pasti ada setidaknya satu potensi kerusakan pada komponennya. Tentu ini menjadi tanggung jawab bagi produsen untuk segera mengatasi masalah tersebut demi kenyamanan konsumennya.

Masalah pada All New Carnival ini bersumber dari pintu gesernya alias sliding door. Kerusakan pada bagian tersebut bisa membuat pintu dapat terbuka secara mendadak, bahkan ketika dalam keadaan terkunci. Kemungkinan ini disebabkan oleh cacat produksi dari pemasoknya.

(Car and Driver)

Sangat Menganggu

Tentu ini akan sangat membahayakan jika mobil sedang ditinggal di tempat parkir, terutama ketika melaju di jalan. Carnival sudah dilengkapi dengan fitur yang memperingatkan pengemudi ketika pintu tidak ditutup dengan benar. Kalau peringatan ini diabaikan, tentu akan sangat menganggu kenyamanan penggunanya.

Jelas ini akan menganggu reputasi Carnival sebagai MPV kelas premium, dan Kia akan berusaha untuk mengatasi masalah tersebut. Mereka akan menarik 2.956 unit Carnival di Negeri Paman Sam, dengan tanggal produksi 28 Juli sampai 14 Oktober 2021. Kia akan mengirim pemberitahuan melalui e-mail kepada pemilik mobil yang terdampak untuk segera melakukan perbaikan.

Sebenarnya ini bukan pertama kalinya Carnival ditarik karena masalah pada komponennya. Beberapa bulan lalu Kia menarik ribuan unit MPV ini di negara yang sama gara-gara masalah pada fuel rail tube. Sejauh ini recall tersebut hanya berdampak di Amerika Serikat saja, dan kemungkinan takkan berdampak ke negara lainnya seperti Indonesia.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page