Franky Tak Bisa Mengeluh Karena di Tim Resmi

RiderTua.com – Seperti yang telah diumumkan, Franco Morbidelli tidak ada dalam daftar peserta balapan flat-track ‘La 100 km dei Campioni’ akhir pekan ini di Ranch milik Rossi di Tavullia. Selama jeda musim dingin, pembalap Yamaha itu justru akan berkonsentrasi penuh pada pemulihan lutut kirinya. Pembalap blasteran Italia-Brasil itu ingin sembuh total untuk persiapan MotoGP 2022. Sekedar informasi, Franky menjalani operasi ligamen dan meniskus pada 25 Juni lalu. “Rehabilitasi adalah fokus utama saya di musim dingin,” ujar murid VR46 itu. “Kondisi saya cukup sulit dan rumit dari sudut pandang psikologis. Tetapi Saya tak bisa mengeluh. Saya ada di tim pabrikan, sekarang seluruh pabrik bekerja untuk mendukung saya. Jadi saya jauh lebih dari senang.” (Artikel ini bukan untuk narasi konten Youtube..!)

Morbidelli: Tak Bisa Mengeluh Karena Jauh Lebih Senang

Melihat kembali musim MotoGP pada tahun 2021 termasuk cedera ligamen cruciatum dan operasi meniskus, Franco Morbidelli akhirnya harus rehat sejenak dari segala aktifitas balapan.

Juara Dunia Moto2 2017 itu mengalami masalah lutut sejak dia cedera pada tahun 2015. Masalahnya, di awal musim 2021 cedera itu bertambah parah. Ketika Franky menghindari crash saat sesi latihan di ranch, dia harus bertumpu di lututnya yang sudah cedera sebelumnya. Berkat fisioterapi, semuanya bisa diatasi. Tetapi di GP Prancis-Le Mans bahkan dia sempat pingsan saat ‘tukar motor’ di balapan flag to flag, dan wajahnya berkerut kesakitan.

Sesaat sebelum liburan musim panas, Morbidelli akhirnya memutuskan untuk menjalani operasi. Tetapi setelah comeback di GP Misano pertama pada bulan September, dia sangat kesulitan terutama terlihat pada balapan hingga akhir musim.

Franky menjelaskan, “Sebelum operasi, lutut tidak memiliki ligamen cruciatum yang utuh, tetapi tidak dioperasi. Di luar lintasan saya harus berhati-hati agar tidak melakukan gerakan gegabah, misalnya saat bermain sepak bola. Setelah operasi, lututnya agak ‘marah’ untuk sementara waktu, bagaimanapun juga itu adalah operasi yang menghilangkan tendon.” (Artikel ini bukan untuk narasi konten Youtube..!)

“Jadi butuh waktu bagi tendon dan otot untuk sembuh, dan tendon menjadi ligamen cruciatum. Meniskus juga membutuhkan waktu. Itu adalah masalah di lutut saya. Itu sebabnya saya merasa lebih buruk setelah comeback, ketimbang misalnya balapan di Le Mans. Saya pasti memiliki lebih banyak masalah. Tapi kata dokter, suatu saat lututnya akan pulih seperti semula. Jadi saya bisa mulai berlatih keras lagi, bermain sepak bola, mengendarai motorcross dengan bebas, dan tentu saja balapan motor.”

Dari sudut pandang psikologis, seberapa sulitkah musim 2021 bagi runner-up sekaligus pemenang 3 kali tahun 2020 itu? Seperti diketahui, dengan menunggangi Yamaha A-spec M1 lama yang didasarkan pada Yamaha 2019, Franky hanya berdiri di podium sekali yakni di Jerez. Kemudian datang masalah lutut, wajib istirahat dari MotoGP selama 12 minggu, promosi ke tim pabrikan Yamaha dan dengan demikian beralih ke motor terbaru.

Morbidelli mengakui, “Itu sulit. Cukup sulit dan rumit dari sudut pandang psikologis. Tetapi jika kita percaya dan tetap kuat, semua situasi rumit akan menjadi lebih baik. Saya tidak bisa mengeluh. Saya ada di tim pabrikan, sekarang seluruh pabrik bekerja untuk mendukung saya. Jadi saya jauh lebih dari senang. Sepanjang tahun ada hal positif dan negatif, dan pastinya sangat intens.”

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page