Remy Gardner: Raul? Omong Kosong!

1

RiderTua.com – Apa yang harus dilalui dalam proses menuju gelar dunia Moto2 2021 bagi Remy Gardner tidak mudah.. Dia juga membuat beberapa kesalahan dan belajar dari kesalahan itu. Mengenai omongan Raul yang sensasional dan menuduh tim-nya ‘pilih kasih’ dan berusaha menjegalnya, Remy berujar itu adalah omong kosong… “Saya pikir tim memberi kami berdua kesempatan yang adil. Pembalap yang lebih baik yang menang di lintasan,” kata Remy..

Pada tahun ke-6 di Moto2, Remy Gardner berhasil memenangkan gelar dunia yang telah lama ditunggu-tunggu. Remy Gardner mengakhiri musim 2020 dengan cara yang menjanjikan dengan kemenangan balap pertamanya di Portimao. Putra dari juara dunia 500 cc Wayne Gardner itu kemudian beralih ke Red Bull KTM Ajo. Bersama tim balap Aki Ajo itu, pembalap berusia 23 tahun itu moncer dan menorehkan 12 podium termasuk 5 kemenangan, meraih gelar juara dunia dan dipromosikan ke MotoGP.

Remy Gardner: Raul? Omong Kosong!

Gelar Dunia yang disabetnya merupakan kompensasi atas kerja keras pembalap asal Australia itu. “Ini merupakan tahun-tahun yang sulit, itu pasti. Kami merengkuh kesuksesan yang baik tahun ini, juga di tahun lalu. Dimana segalanya mulai berjalan sedikit lebih baik. Bahkan jika saya tidak mencetak podium terbanyak di dunia, saya benar-benar berhasil mengendalikan pemikiran saya dalam beberapa hal. Semuanya datang bersamaan dan saya hanya mencoba untuk berpikir positif,” ujar Remy Gardner.

“2015 hingga 2019, itu adalah tahun-tahun yang sangat sulit bagi saya. Ada saat-saat dalam karir saya ketika saya benar-benar berpikir, ‘Itu dia.’ Terutama setelah cedera, sangat sulit untuk berjuang melewatinya,” imbuh Remy, yang kedua kakinya patah dalam crash saat latihan motorcross pada tahun 2018.

Akankah pada saat itu Remy percaya, jika ada seseorang mengatakan bahwa dia akan menjadi Juara Dunia Moto2 pada tahun 2021? “Mungkin tidak,” ujar sang juara sambil tersenyum.

Pembalap Kalex dari Red Bull KTM Ajo Team itu juga harus bertahan dari momen-momen sulit di tahun 2021. Crash di GP Texas membuat selisih poinnya dari Raul Fernandez menjadi lebih sedikit di 3 balapan sebelum akhir musim.

Bagaimana Gardner menangani tekanan pada tahap ini? “Tekanan pada bagian terakhir musim ini tentu sulit. Di Misano dengan kondisi hujan, kualifikasi yang buruk, long lap penalty, saya masih berhasil membawa pulang posisi ke-7, dan itu penting pada akhirnya. Pada hari-hari yang buruk, poin apa pun lebih baik ketimbang tidak ada poin. Pada akhirnya, begitulah cara kami memenangkan kejuaraan dunia. Tentunya pengalaman membantu dalam hal ini,” jawab Remy.

“Kesalahan di Austin itu fatal, tapi tidak masuk akal untuk menangisinya. Saya menerima apa yang terjadi, itu adalah kesalahan saya. Saya sedikit terlambat mengerem, melewati permukaan trek yang buruk, ada beberapa titik di Austin,” kata Remy sambil tertawa.

“Tetapi pada akhirnya kita semua adalah manusia, kita bisa membuat kesalahan. Kita harus tetap berjalan, bawa bersama ke masa depan dan belajar dari kesalahan itu,” tegas Remy.

“Portimao mungkin adalah balapan terbaik saya. Itu sangat penting bagi saya. Saya tetap tenang, bertahan dengan ban hard dan percaya pada diri sendiri, saya memiliki kecepatan di Portimao. Itulah kunci bagi saya,” tegas juara dunia, yang memenangkan GP Algarve, meski harus meninggalkan latihan dengan crash dan mengakibatkan nyeri tulang rusuk.

BTW, mengenai pernyataan sensasional yang dilontarkan Raul Fernandez yang dengan jelas dicap sebagai ‘omong kosong’. “Dia boleh percaya sesuai keinginannya. Saya pikir tim memberi kami berdua kesempatan yang adil. Pembalap yang lebih baik yang menang di lintasan,” pungkas pembalap di Tech3 KTM MotoGP pada 2022 mendatang.

1 COMMENT

Leave a Reply