Schwantz: Banyak Talenta Honda yang Terabaikan

1

RiderTua.com – Perekrutan dengan hasil ‘buruk’ dilakukan Honda dengan Jorge Lorenzo, Alex Marquez dan Pol Espargaro.. Kevin Schwantz berujar: Banyak talenta Honda HRC seperti Jack Miller, Franky Morbidelli, Fabio Quartararo, Joan Mir, Danny Kent, dan Jorge Martin yang terabaikan. Talenta HRC itu melewati masa sulit di Honda saat berlaga di Moto3 atau bahkan di MotoGP. Meskipun Honda telah merayakan tidak kurang dari 56 kemenangan MotoGP, dan meraih 6 dari 7 gelar juara bersama Marc Marquez dalam 7 tahun (2013 hingga 2019). Dalam fase euforia dan superioritas ini, banyak bakat-bakat baru terabaikan. Sementara Schwantz memuji KTM, “KTM melakukan pekerjaan yang patut dicontoh dengan talenta mudanya,” katanya..

Kevin Schwantz: Banyak Talenta Honda yang Terabaikan

Dengan Jack Miller, kesabaran HRC hanya cukup selama 3 tahun, sekarang dia menang bersama Ducati. Bakat Juara Dunia Moto2 dan runner-up MotoGP Morbidelli rupanya tak pernah diakui di HRC. Lagi pula, dia membalap untuk Marc VDS Honda di Kejuaraan Dunia MotoGP 2018.

Lampu peringatan seharusnya sudah menyala di HRC paling lambat tahun 2019, ketika Cal Crutchlow (pembalap Honda terbaik kedua di Kejuaraan Dunia) kalah 287 poin dari juara dunia Marc Marquez.

Tapi setelah kegagalan dengan Jorge Lorenzo pada 2019, Honda kembali melakukan perekrutan buruk berikutnya yakni dengan Alex Marquez dan Pol Espargaro. Sementara Ducati, diperkuat dengan talenta muda bersama Pecco Bagnaia, Jorge Martin, Johann Zarco dan Enea Bastianini. Dan di KTM dengan Miguel Oliveira dan Brad Binder adalah talenta yang patut ditiru. Mereka berdua berasal dari sekolah milik Aki Ajo sendiri untuk Kejuaraan Dunia MotoGP.

Tetapi ketika disebutkan hal seperti itu, manajer tim Repsol Honda Alberto Puig tidak suka mendengarnya. Meskipun Marc Marquez merayakan kemenangan di Sachsenring dari start urutan ke-5 di grid, tapi seminggu kemudian di Assen hanya cukup untuk start di urutan ke-20 di grid dan posisi ke-7 dalam balapan.

Abaikan Promosi Talenta Muda

HRC telah mengabaikan promosi talenta muda dan belum menemukan cara untuk mengenali talenta Moto3. Idealnya Honda mempromosikan dan membawa mereka ke kelas utama melalui kelas Moto2. Honda Team Asia dari mitra HRC Hiroshi Aoyama tersedia sebagai batu loncatan yang ideal. Leopard Honda juga akan menawarkan untuk bekerja dengan mereka. Dengan Danny Kent, Joan Mir dan Jorge Martin, tim ini telah memenangkan tiga gelar Kejuaraan Dunia Moto3. Dua dari tiga Juara Dunia itu sekarang berada di MotoGP yakni di Suzuki dan Ducati.

“KTM melakukan pekerjaan yang patut dicontoh dengan talenta muda. Tim Red Bull-Ajo mendominasi Kejuaraan Dunia Moto2 tahun ini dengan Remy Gardner dan Raul Fernandez. Yah, mesinnya dari Triumph, tapi itu tidak masalah. Dan di Kejuaraan Dunia Moto3, Red Bull-KTM menumbuhkan bakat MotoGP berikutnya, anak ajaib berusia 17 tahun dan pemimpin Kejuaraan Dunia Pedro Acosta, yang telah membangkitkan ketamakan di semua pabrikan lawan,” pungkas Kevin Schwantz.

1 COMMENT

Leave a Reply