Ini Target Penjualan Mobil Mitsubishi Indonesia

0
(Mitsubishi Motors Indonesia)

RiderTua.com – Biasanya produsen mobil bisa memasang target penjualan hingga lebih dari 100 ribu unit. Tapi dengan kondisi saat ini masih belum bisa mendukung penjualan yang cukup tinggi. Sehingga Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) memasang target penjualan tahun ini hanya sebesar 90 ribu unit. Angka yang cukup kecil, tapi itu saja sudah cukup.

Baca juga: 5,8 Ribu Unit Mobil Mitsubishi Terjual Pada Februari 2021

Mitsubishi Memasang Target Penjualan Tahun Ini

Hingga kini MMKSI masih berjualan seperti biasa, meski tahun 2020 lalu sempat terganggu akibat kondisi yang belum sepenuhnya memulih. Walau tak kunjung membaik, setidaknya Mitsubishi punya model yang menjadi unggulannya. Dari LMPV Xpander dan versi crossover-nya, Xpander Cross, sampai SUV Pajero Sport.

Belajar dari tahun sebelumnya, MMKSI tak memasang target penjualan mobil yang begitu tinggi untuk tahun ini, yaitu sebesar 90 ribu unit saja. Angka ini terdiri dari 60 ribu unit mobil penumpang dan 30 ribu unit mobil niaga ringan. Target ini tak terlalu tinggi dan terlalu rendah, dan itu sudah cukup bagi Mitsubishi.

(GoMechanic)

Masih Ada Insentif

Sebenarnya target tersebut masih bisa tercapai, karena Mitsubishi mendapatkan insentif mobil. Tapi hanya Xpander dan varian Cross yang mendapat keringanan PPnBM nol persen tersebut, sementara Pajero Sport tidak. Walau sepertinya MMKSI tak terlalu mempermasalahkannya, meski rival beratnya, Fortuner, kebagian insentif.

Lalu untuk rencana ke depannya, MMKSI akan meluncurkan sejumlah produk terbaru sepanjang tahun ini. Sebelumnya mereka sudah merilis Pajero Sport Facelift yang membawa sejumlah perubahan, dari penampilan sampai fiturnya. Entah model mana yang akan dibawa selanjutnya, tapi kehadirannya patut dinanti.

Mitsubishi menargetkan pada tahun 2021 ini bisa memulihkan angka penjualannya yang sempat terpuruk pada tahun lalu. Tahun 2020, angka penjualannya anjlok hingga 55,4 persen, dan ini menjadi penurunan yang paling parah yang dialami oleh MMKSI. Kondisi saat itu belum sepenuhnya mendukung penjualan mobil, terlebih dengan kondisi ekonomi yang juga sempat memburuk.

Leave a Reply