Danilo Petrucci: Dengan Ducati Saya Kompetitif di Qatar Tapi dengan KTM Kok Tidak?

0

RiderTua.com – Danilo Petrucci: Dengan Ducati saya kompetitif di Qatar tapi dengan KTM kok tidak?… Pada tes hari keempat di Qatar, pembalap Tech3-KTM, Danilo Petrucci hanya meningkat 0,5 detik dari tes hari sebelumnya. Dia kecewa dan ingin mengimbangi kurangnya top speed dengan set-up yang lebih baik, dan kecepatan menikung yang lebih bagus. Sebenarnya Petrucci juga pernah mendapat bisikan dari Dani bahwa trek Qatar tidak cocok untuk KTM.. Fakta lain Oliveira dan Brad Binder juga mengeluh tentang ban depan yang selalu dalam bahaya selip atau kehilangan grip.

Danilo Petrucci: Dengan Ducati Saya Kompetitif di Qatar Tapi dengan KTM Kok Tidak?

Danilo Petrucci melanjutkan tes IRTA di Qatar, untuk mengejar ketertinggalan dengan KTM RC16. Hari ini dia berhasil memperkecil selisih waktu tercepat Maverick Vinales menjadi 1,6 detik. Petrux berada di posisi ke-19 pada tes hari keempat di Sirkuit Losail sepanjang 5.380 km (10 belokan kanan, 6 belokan kiri). Tentu saja, pembalap berusia 30 tahun itu tak puas dengan hasilnya itu.

“Kami telah menghabiskan cukup banyak waktu hari ini, untuk menguji suku cadang baru yang kami belum yakin akan berfungsi atau tidak. Sayangnya, kami tidak dapat menangani set-up sebanyak itu hari ini, jadi saya hanya lebih cepat 0,5 detik. Sungguh mengecewakan, karena pekerjaa set-up lah yang paling saya butuhkan, karena kami membutuhkan kecepatan yang lebih baik. Kami masih pada poin yang sama seperti kemarin,” kata pembalap asal Italia itu bernada kecewa, dimana dia memiliki kepala kru baru Sergio Verbena.

Petrucci membalap untuk Ducati selama enam tahun, dengan performa mesinnya dia meraih prestasi yang selalu bagus untuk merebut kemenangan di sirkuit Losail. Sementara dengan KTM RC16, bagaimanapun lintasan Qatar tidak pernah menjadi tempat yang bagus. Apakah Petrux merasakan perbedaannya?

“Saya selalu cukup kompetitif di Qatar selama beberapa tahun terakhir. Ini lintasan yang saya suka. Dengan KTM saya memiliki masalah di sini. Itu seharusnya tidak menjadi alasan, tapi kita mencapai batas dan hanya berputar-putar,” jawab pembalap Tech3 KTM factory Racing itu.

Ban Bikin Masalah?

Sementara itu Miguel Oliveira juga menyoroti masalah KTM di Qatar pada hari Rabu. “Kami tidak membawa ban Michelin ke suhu pengoperasian yang tepat,” ujar pembalap pabrikan KTM itu.

Sama seperti Oliveira, Brad Binder juga mengeluh, “Ban depan selalu dalam bahaya tergelincir.”  Untuk diketahui, pembalap asal Afrika Selatan itu jatuh empat kali dalam tiga hari pertama tes!

Danilo Petrucci tidak merahasiakan fakta bahwa, dia tidak senang dengan situasi saat ini. “Kami berkembang dengan sangat baik. Tetapi kekuatan ini tidak datang dengan sendirinya di sini. Karena lebih penting di sini untuk sekadar menghadirkan kekuatan maksimum ke permukaan. Kami kurang dalam performa terbaik.”

“Saya berbobot sedikit lebih banyak ketimbang rekan KTM lainnya, jadi saya salah satu yang paling lambat di trek lurus. Kami sekarang harus mengatasi penyetelan tersebut sehingga kami dapat keluar dari tikungan dengan kecepatan menikung lebih bagus. Sirkuit Losail lebih menyukai motor yang bertenaga. Jika ingin lebih cepat, kita harus mengoptimalkan kecepatan menikung,” pungkas Petrux.

Leave a Reply