Pasar Mobil LCGC di Indonesia Makin Terpuruk?

0
(Carvaganza)

RiderTua.com – Memang mobil LCGC menjadi salah satu jenis yang paling banyak dicari oleh konsumen Indonesia. Selain harganya yang terjangkau, daya angkut penumpang yang bisa setara dengan MPV menjadi nilai tersendiri bagi LCGC. Sayangnya segmen mobil murah ini terus terpuruk karena kondisi yang terjadi belakangan ini. Bahkan hasil penjualan bulan Januari lalu mengalami penurunan hingga lebih dari 50 persen!

Baca juga: Mobil LCGC Daihatsu Terjual 1,1 Juta Unit Selama 8 Tahun

Segmen Mobil Murah Terus Terpuruk Karena Kondisi

Padahal seharusnya segmen ini menjadi salah satu diantara segmen yang tak terkena dampak serius dari penurunan pasar. Tapi ternyata dampak tersebut masih terasa, tak terkecuali bagi model yang menghuni di kelas tersebut. Meski menawarkan harga murah, penurunan penjualan tak bisa dihindari begitu saja.

Hasil penjualan bulan Januari 2021 juga menunjukkan penurunan seperti bulan-bulan sebelumnya. Tapi secara year-to-year bisa dikatakan cukup parah, karena penurunannya mencapai 75 persen.  Tentu itu angka yang sangat besar dan bisa dikatakan segmen LCGC terpuruk dari tahun 2020 sampai sekarang.

13 Tahun jadi mobil terlaris
(C! Magazine)

Didominasi Oleh Sigra

Dengan hasil yang menurun, tapi tak membuat Daihatsu Sigra gentar, terbukti dengan penjualannya yang mencapai 2,5 ribu unit pada bulan lalu. Hasil ini juga membuatnya unggul tipis dari mobil terlaris di Indonesia tahun 2020, Honda Brio Satya, yang hanya mencatatkan 2.450 unit. Selisihnya cukup berdekatan, menandakan adanya persaingan ketat diantara keduanya.

Lalu dibawah Brio Satya ada kembarannya Sigra, Toyota Calya, dengan 2.325 unit yang terjual di periode yang sama. Disusul model lainnya seperti duo Agya-Ayla, masing-masing mencatatkan penjualan sebesar 1.628 unit dan 726 unit. Terakhir ada Suzuki Karimun Wagon R yang hanya terjual sebanyak 136 unit saja. Hasil ini lebih sedikit dari model yang ada di kelasnya.

Penurunan tersebut sepertinya membuktikan kalau segmen LCGC masih mengalami dampak serius dari kondisi pasar yang menurun. Tentu itu tak bisa dihindari, dan produsen berharap mereka dapat menjual lebih banyak mobil murah setelah insentif pajak nol persen mulai diterapkan.

Leave a Reply