Mitsubishi Eclipse Cross PHEV Laris Manis di Jepang!

Eclipse Cross generasi kedua
(autonetmagz.com)

RiderTua.comMitsubishi Eclipse Cross PHEV baru saja diluncurkan di Jepang, tapi sudah mampu meraih sukses. Varian dari crossover SUV ini menghasilkan varian tambahan selain hybrid yang sudah lama tersedia di pasar. Mitsubishi Eclipse Cross PHEV langsung menjadi sorotan di kampung halaman, terbukti dengan banyaknya inden yang didapat dalam waktu singkat. Tentu ini membuat Mitsubishi bangga akan produk terbarunya.

Mitsubishi Eclipse Cross PHEV Menjadi Sorotan

Dari penampilannya memang tak ada perbedaan yang cukup kentara antara Eclipse Cross versi PHEV dengan hybrid maupun standar. Tapi perbedaan baru terlihat jika dilihat dari samping, yaitu keberadaan emblem PHEV di dekat pintu depan. Tapi hanya itu perbedaannya dengan model biasa.

Eclipse Cross PHEV tampil dengan desain lebih segar, malah kalau dilihat sekilas hampir mirip Xpander di Indonesia. Desain dynamic shield yang begitu sporty, dipadu desain pelek lebih modern membuat mobil ini nampak makin keren dari model sebelumnya. Mitsubishi menyebut perpaduan ini sebagai ‘Daring Grace’ yang begitu apik.

Mitsubishi Eclipse Cross PHEV

Plug-in Hybrid

Interior model versi PHEV Eclipse Cross didominasi warna hitam, berpadu dengan bahan kulit sintetis dan suede pada jok. Karena berjenis plug-in hybrid, maka Mitsubishi menggabungkan mesin bensin MIVEC 2.400 cc dengan sistem PHEV 4WD motor ganda. Layaknya model sejenisnya, si mobil ‘gerhana’ ini sanggup menjadi generator berjalan.

Dengan harga mencapai Rp 500 jutaan, tak heran kalau Eclipse Cross PHEV sangat laris di Jepang. Mitsubishi sempat berencana untuk memasarkannya ke luar negeri, tapi masih menunggu hingga waktunya tiba. Eropa kemungkinan kuat akan menjadi tujuan selanjutnya bagi model ini setelah dirilis.

Bagaimana dengan Indonesia? Sepertinya Mitsubishi harus memperhitungkan rencana dengan begitu matang, agar nasibnya tak berakhir seperti Outlander PHEV. Mobil ini dijual dengan harga sangat tinggi sehingga hampir tak dilirik oleh banyak konsumen. Tentu mereka harus mencari cara agar bisa menjualnya dengan harga lebih murah, atau setidaknya dibawah Rp 1 miliar.

Be the first to comment

Leave a Reply