Meskipun Marquez Cedera, Valentino Rossi Targetkan 5 Besar, Masalah Mesin Menghantui Yamaha

Juara dunia MotoGP enam kali, Marc Marquez harus mengucapkan selamat tinggal pada impian gelar dunianya setelah menjalani operasi lengan atas kedua kalinya baru-baru ini. Kondisi ini pasti membuka peluang besar bagi kompetitornya.

Valentino Rossi The Prisoner of Brno 2003
Valentino Rossi The Prisoner of Brno 2003

RiderTua.com – Di MotoGP Brno, Valentino Rossi dalam langkah menuju podium ke-200 di kelas utama. Penggantinya di tim pabrikan Yamaha, Fabio Quartararo, belum saatnya berfikir tentang rekor. Gambar pertama menunjukkan Valentino Rossi merayakan kemenangannya di Brno 2003 dengan memecah sebuah ‘batu’ dengan beliung (kampak dengan dua ujung runcing).. Meskipun Marquez cedera, Valentino Rossi targetkan 5 besar, masalah mesin menghantui Yamaha….

Marquez Cedera, Valentino Rossi Targetkan 5 Besar, Masalah Mesin Menghantui Yamaha

Valentino Rossi

Kali ini Rossi kembali ke Brno dengan lebih percaya diri daripada sebelumnya, setelah sepenuhnya menyusun kembali set-up M1-nya setelah dua balapan pertama di Jerez. “Di Jerez kami mengubah sesuatu yang membuat saya merasa memberikan perasaan yang lebih baik. Saya menikmati sepanjang akhir pekan dan kembali naik podium setelah waktu yang lama dan sulit. Itu adalah perasaan yang luar biasa”, kata bintang Yamaha itu.

Dia juga menekankan bahwa sangat penting untuk memahami apakah dia dan Yamaha bisa kuat di Brno. Lintasannya bagus, namun pembalap Yamaha juga sedikit bermasalah dengan motornya selama beberapa tahun terakhir. Penting untuk memahami potensi mereka di trek berbeda dan dalam kondisi berbeda. Dan juga untuk memahami apa yang bisa terjadi di balapan berikutnya.

The Doctor selalu menyukai Brno, “Ini akhir pekan yang penting dan saya selalu menyukai Brno,” kata Vale. Di sanalah dia memenangkan balapan pertama dalam karirnya yang mengesankan pada tahun 1996.

Valentino Rossi - fabio Quartararo Andalucia 2020

200 Podium MotoGP

Setelah podium ketiganya di Jerez, di Brno Vale bisa menggapai tonggak sejarah lain dalam 25 tahun karirnya di MotoGP yaitu podium ke-200 di kelas utama. Sementara ketika menyangkut rekor yang dihubungkan dengan Fabio Quartararo, Valentino bercanda. “Biasanya kamu baru mulai memperhatikan rekor ketika kamu bertambah tua (tersenyum).. Ketika kamu masih muda, kamu biasanya tidak peduli. Sedangkan bagi saya, saya tidak di sini karena podium yang ke-200. Saya di sini karena saya suka sepeda motor dan tantangan untuk tetap berada di puncak. Ini hanya angka, tetapi kadang-kadang saya melihat hal-hal ini sekarang dan saya bangga dengan itu.”

Juara dunia MotoGP enam kali, Marc Marquez harus mengucapkan selamat tinggal pada impian gelar dunianya setelah menjalani operasi lengan atas kedua kalinya baru-baru ini. Kondisi ini pasti membuka peluang besar bagi kompetitornya. Apakah Rossi melihat dirinya berada dalam posisi perebutan gelar?..

“Situasi berubah dengan sangat cepat. Setelah balapan pertama, perasaan saya sangat buruk. Tetapi setelah balapan kedua yang bagus, adalah normal untuk mencapai puncak selangkah demi selangkah. Tujuannya adalah untuk berada di 5 besar terlebih dahulu, kemudian 3 teratas. Tapi itu sangat tergantung pada hasil saya dan kecepatan saya di balapan berikutnya. Saya pikir kami terbuka untuk memperjuangkan semua hasil,” Valentino menegaskan dia tidak ingin menetapkan target tertentu. Lagipula mesin Yamaha bermasalah tidak dalam kondisi puncaknya tahun ini, setelah 3 mesin “rontok”..

Be the first to comment

Leave a Reply