Isuzu Panther Terselamatkan Karena Euro 4 Diundur ?

RiderTua.com – Masih ingat dengan kabar Isuzu Panther mau disuntik mati? Tentu kabar tersebut sangat mengejutkan karena Panther sudah lama dikenal sebagai salah mobil MPV legendaris. Itu karena adanya penerapan Euro 4 yang mengancam keberadaannya. Kini diketahui kalau jadwal Euro 4 diundur, sehingga nasib Panther masih aman. Walau tetap saja suatu hari nanti MPV ini akan pergi untuk selamanya.

Baca juga: Isuzu Panther Bisa Saja Pakai Mesin Traga, Tapi…

Euro 4 Diundur Nasib Panther Aman

Kenapa Euro 4 terasa sangat mencancam Isuzu Panther? Alasannya jelas karena mobil ini masih menggunakan mesin diesel yang berstandar Euro 2. Jika Euro 4 diterapkan, maka semua mobil yang masih menggunakan standar tersebut harus diganti mesinnya. Bahkan yang terburuk bisa disuntik mati jika produsen tak bisa membuat yang baru.

Tentu ini terjadi pada Panther, dan nasibnya dikabarkan sempat di ujung tanduk ketika diisukan Isuzu memproduksi batch terakhirnya. Meski dibantah oleh Isuzu sendiri, tapi banyak konsumen yang seakan tak rela ditinggal pergi begitu saja oleh MPV yang sudah lama menemani mereka.

Ditunda Hingga 2022

Isuzu mendapat kabar kalau Gaikindo menunda penerapan Euro 4 hingga bulan April 2022 mendatang. Tentu saja karena dengan kondisi sekarang ini masih kurang memungkinkan untuk menerapkan standar emisi terbaru tersebut. Apalagi berjualan mobil agak sulit karena kebanyakan ada yang memilih untuk menahan diri.

Dengan pengunduran jadwal ini, Isuzu melihat ini sebagai sesuatu yang bisa diuntungkan bagi Panther. Karena selain bisa mempertahankan mobil andalannya, juga karena Panther menjadi salah satunya yang dirakit lokal. Kebanyakan model seperti MU-X didatangkan dari luar negeri.

Isuzu memang terus fokus pada pasar kendaraan komersial, walau juga sedikit memperhatikan mobil penumpang seperti MU-X dan Panther. Bahkan dengan makin ketatnya segmen MPV seakan tak membuat Panther tenggelam begitu saja. Mobil ini akan diingat sebagai salah satu legenda di pasar roda empat Tanah Air.

Be the first to comment

Leave a Reply