Kenapa Mobil Terbaru Renault Selalu Pakai Mesin 1.000 cc ?

RiderTua.com – Sepanjang tahun ini, Maxindo Renault Indonesia (MRI) sudah mengenalkan MPV Triber dan Kwid (dan variannya, Climber). Tapi keduanya menggunakan mesin yang kapasitasnya sama, yaitu 1.000 cc. Padahal rival Triber dan Kwid punya mesin diatas 1.000 cc. Lalu kenapa selalu mesin ‘itu’ saja?

Baca juga: Adu Kuat Renault Kwid Climber dan Daihatsu New Ayla !

Triber dan Kwid Punya Mesin 1.000 cc

Mungkin di kelasnya masing-masing, Triber dan Kwid adalah satu-satunya mobil yang punya mesin 1.000 cc. Rata-rata di segmen city car atau LMPV punya mesin 1.200 hingga 1.500 cc. Tengok saja Suzuki Ertiga dengan mesin 1.500 cc, atau bahkan Daihatsu Ayla yang tergolong LCGC saja punya mesin 1.200 cc.

Mesin yang digendong Triber dan Kwid terbilang cukup kecil, dan kebanyakan bisa ditemukan pada mobil sekelas LCGC. Bahkan Kwid punya pilihan mesin dengan kapasitas lebih kecil, yaitu 800 cc. Lalu kenapa selalu mesin 1.000 cc?

Lebih Efisien

MRI menjelaskan kalau mesin 1.000 cc saja sudah cukup untuk ‘kebutuhan’ di Indonesia. Mesinnya juga sudah diuji ‘kebandelannya’ lewat tes tanjakan dengan Triber membawa beban hingga 500 kg, dalam kondisi penuh penumpang. Hasilnya mengejutkan, Triber mampu lolos tanpa kendala apapun.

Selain itu, MRI juga memperhatikan efisiensi emisi yang dikeluarkan. Memang tingkat emisi di dunia sangat mengkhawatirkan, dan inilah yang menjadi perhatian bagi MRI. Meisn 1.000 cc dianggap lebih ramah lingkungan karena selain emisi gas buangnya lebih sedikit, juga hemat bahan bakar.

MRI sempat menyebut kalau turbocharger bisa dipasangkan pada mesin 1.000 cc-nya. Jadi ada perkiraan kalau Kwid atau Triber bisa saja punya mesin turbo, sehingga tenaga yang dihasilkan menjadi lebih besar. Mungkin akan mirip dengan SUV kembar Rocky-Raize, yang punya mesin 1.000 cc turbo.

Be the first to comment

Leave a Reply