Kenapa Mobil Mid-Engine Kini Jarang Dijumpai ?

Lotus Evora, mobil mid-engine

RiderTua.com – Di dunia otomotif, ada tiga jenis mesin mobil yang berdasarkan posisinya. Seperti front-engine, rear-engine, dan mid-engine. Tapi belakangan ini, mobil mid-engine sudah jarang ditemui di pasar global, dan jumlahnya tak sebanyak front atau rear-engine. Apakah pengembangannya lebih sulit?

Baca juga: Tiga Mobil Honda akan Dihentikan Produksinya ?

Mobil Mid-Engine Jarang Ditemui

Sebenarnya, mobil mid-engine disebut lebih unggul dari front atau rear-engine. Alasannya yaitu bisa memberi rasio bobot hingga 50:50, artinya bisa menyeimbangkan bobot depan dan belakang mobil. Hasilnya kendaraan bisa lebih stabil saat dijalankan.

Tak hanya bobot, pusat gravitasi mobil juga menjadi seimbang jika memakai mid-engine. Dengan begitu, handling-nya bisa lebih mudah dilakukan. Lalu kalau memang ada keunggulannya, kenapa tak banyak yang memakainya?

Khusus Mobil Sport?

Mid-engine rupanya kebanyakan dipakaikan pada mobil sport, tentu karena dua alasan yang disebutkan diatas. Saat berakselerasi, bobot mobil seakan ditarik ke belakang dan memudahkan pengendaliannya dalam kecepatan tinggi. Cengkraman roda dan torsi bisa dimaksimalkan.

Lalu aerodinamik mobil bisa lebih mudah disesuaikan, dan mungkin inilah kenapa banyak sportcar yang menggunakan mid-engine. Tapi apa kelemahannya? Pengerjaannya jauh lebih sulit dari front-engine, otomatis biaya pengembangannya bisa lebih mahal.

Sepertinya tak salah lagi kalau mobil mid-engine menjadi hal biasa di dunia sportcar atau supercar. Tapi siapa tahu kalau ada mobil biasa dengan mid-engine, walau keberadaannya hampir nihil.

Be the first to comment

Leave a Reply