RiderTua.com – Usai memenangkan sprint race Sabtu sore, Jorge Martin kembali tampil luar biasa dalam race utama hari Minggu di Le Mans. Dia berhasil memenangkan grand prix pertamanya bersama Aprilia. Start dari posisi ke-8, rider Aprilia itu berupaya keras menyalip rivalnya satu per satu. Di 3 lap sebelum finis, dia melakukan manuver berani dengan menyalip rekan setimnya Marco Bezzecchi yang sejak awal memimpin balapan. Setelah meng-overtake Bezzecchi, Martin terus menjauh dan tak terkejar lagi. Dia unggul 0,477 detik atas Bezzecchi..
“Ini luar biasa. Saya sangat berterima kasih kepada para penggemar, juga kepada keluarga dan tim saya. Saya berterima kasih kepada semua orang yang telah bersama saya melalui masa sulit ini. Saya tidak bisa berkata-kata. Ini adalah balapan yang sangat bagus dan saya menikmatinya,” ujarnya di parc ferme.
βΆDaftar Isi
Jorge Martin: Dulu Sempat Ingin Meninggalkan Tim Tapi Massimo Rivola Mempertahankanku, Terima Kasih!

Tahun lalu dalam debutnya bersama Aprilia, Jorge Martin kerap dibekap cedera yang mengharuskannya menjalani beberapa kali operasi. Dalam 1 musim, dia hanya menjalani beberapa seri saja. Namun di masa sulitnya tersebut, rider berusia 27 tahun itu mengaku mendapat pengalaman yang berharga. Tapi yang terpenting baginya adalah perkembangan mentalnya menjadi lebih baik.
Martin mengaku bahwa selama 1 tahun terakhir dia belajar untuk tidak pernah menyerah, seperti dalam balapan di Le Mans kali ini. Ketika motor kurang nyaman karena bagian depan sangat tidak stabil saat berada di belakang pembalap lain, dia tetap tenang dan terus melaju. Tapi ketika tidak ada lagi rider lain didepannya, semuanya menjadi lebih mudah. Rider asal Madrid itu bisa menyalip rivalnya satu per satu dan terus memperkecil gap.

Martin juga mengonfirmasi bahwa performa RS-GP jauh lebih baik ketika berada didepan atau saat tidak ada rider lain di depan.Β “Saya sangat senang dengan pekerjaan yang kami lakukan dengan Aprilia. Tetapi saya masih sedikit kesulitan saat berada di belakang pembalap lain. Namun ketika saya memimpin, saya bisa melaju dengan baik,” jelasnya.
Martin juga mengaku bahwa dia tidak menduga bisa menang. “Di beberapa lap pertama, saya pikir finis di 5 besar sudah cukup dan saya hanya ingin mencetak poin. Kemudian saya menyalip Diggia, saat itu Pedro Acosta dan Pecco Bagnaia ada didepan. Ketika Pecco terjatuh, saya berpikir jika meraih podium akan sempurna. Kemudian saya menyalip Pedro. Dan sekitar 8 lap sebelum finis, saya merasa optimis bisa mengejar Marco. Saya mengubah beberapa mapping motor dan mulai menyerang habis-habisan. Awalnya saya tidak yakin, apakah saya bisa langsung menjauh setelah menyalipnya. Tapi ternyata saya bisa,” jelas Martinator.
Tahun lalu, Martin sempat ingin hengkang dari Aprilia meski masih terikat kontrak (2 tahun hingga akhir 2026). Namun Aprilia berusaha keras mempertahankan haknya bahkan sempat menantang manajemennya naik ke meja hijau. “Saat itu bukan hanya sulit secara fisik bagi saya, tetapi juga secara mental. Saya masih ingat, setahun yang lalu saya ingin memberi tahu Massimo Rivola di sini bahwa saya akan meninggalkan tim. Saat itu, saya pikir itu adalah pilihan terbaik,” ungkapnya.

Bacalah disini kalau mau tau hasil race-nya bro: Hasil Race MotoGP Prancis 2026: Aprilia Sapu Bersih Podium Le Mans
Pada akhirnya Martin mengurungkan niatnya untuk meninggalkan Aprilia. Meski pernah membuat kecewa, tapi Rivola tetap mendukungnya dan bahkan memperlakukannya seperti anggota keluarga. “Sekarang saya harus berterima kasih kepada Massimo, karena telah mempertahankan saya. Tetapi saya juga berterima kasih kepada diri sendiri karena telah memutuskan untuk mengakhiri perseteruan dan tetap bersama Aprilia,” pungkas Martin yang saat ini hanya terpaut 1 poin dari rekan setimnya Bezzecchi yang masih bertahan sebagai pemimpin klasemen.
Marco Bezzecchi Sang ‘MOTIVATOR’
Sempat frustrasi di kontrak tahun pertama dan dikabarkan ingin mengakhiri kontraknya lebih cepat demi pindah ke Honda, Jorge Martin kini perlahan mulai merasakan sendiri betapa besar pengaruh positif yang dibawa Marco Bezzecchi di tubuh Aprilia. Tanpa banyak drama dan lebih sering bekerja dalam diam, Bezzecchi justru menjadi sosok motivator sekaligus βpenyelamatβ proyek Aprilia lewat rentetan hasil positif dan kemenangan yang terus berdatangan. Atmosfer tim berubah, motor makin kompetitif, dan performa para rider ikut terangkat. Pada akhirnya, suka atau tidak, Martin kini ikut menikmati efek dari kebangkitan Aprilia yang turut dibangun oleh konsistensi Bezzecchi sepanjang musim 2026… Menikmati hasil yang sudah jadi.. mau kabur lagi bro..? atau mirip Pecco di Ducati..ikut membangun tapi tersingkirkan juga pada akhirnya istimiwirrrr… π

Dominasi Aprilia kian ganasss..seganas Diskusi di FB MotoGPCrash ini broooo cekibrott!!






