Home MotoGP Pedro Acosta Tantang Diggia? Saya akan Mengingatnya, Tidak Ada yang Boleh Menyalipku...

    Pedro Acosta Tantang Diggia? Saya akan Mengingatnya, Tidak Ada yang Boleh Menyalipku Sambil Santai Melihat ke Arahku

    Pedro Acosta - Fabio Di Giannantonio
    Pedro Acosta - Fabio Di Giannantonio

    RiderTua.com – Pedro Acosta memulai race utama hari Minggu di Le Mans dengan sangat baik. Rider Red Bull KTM itu bertahan cukup lama di posisi ke-3 di belakang Marco Bezzecchi dan Pecco Bagnaia. Podium tampak sudah ada di depan mata, namun dia harus mengaku kalah dari Ai Ogura (finis ke-3) dan Fabio Di Giannantonio (finis ke-4). Dia finis di posisi ke-5 tertinggal 2,991 detik dari pemenang Jorge Martin (Aprilia).

    Dalam wawancara, Acosta mengaku bahwa posisi ke-5 adalah hasil maksimal yang bisa dia raih di Le Mans. “Itu adalah hasil terbaik yang bisa didapatkan. Paling banter mungkin finis ke-4 yang direbut Di Giannantonio, karena saya pikir dia lebih dekat dari kenyataannya. Jadi saya terlalu defensif dan itu justru menjadi bumerang. Jelas, kami tidak berada di level untuk bertarung memperebutkan podium dibandingkan 3 motor Aprilia. Mereka punya pace yang menakutkan, terutama Martin dan Ogura yang melesat dari belakang,” jelas juara dunia Moto3 2021 dan juara dunia Moto2 2023 itu.

    Pedro Acosta Tantang Diggia? Saya akan Mengingatnya, Tidak Ada yang Boleh Menyalipku Sambil Santai Melihat ke Arahku

    Fabio Di Giannantonio - Pedro Acosta
    Fabio Di Giannantonio – Pedro Acosta

    Meski gagal naik podium, Pedro Acosta menganggap bahwa GP Prancis adalah salah satu balapan akhir pekan terbaiknya. Jika melihat hasil keseluruhan, biasanya dia selalu gagal menyelesaikan salah satu dari dua balapan disana. Tapi kali ini rider berusia 21 tahun itu bisa finis ke-4 dan ke-5 dalam 2 balapan. Ini menunjukkan Acosta cukup konsisten dibandingkan tahun lalu.

    Acosta cukup tenang menjalani balapan sampai Pecco Bagnaia kemudian menyalipnya. “Sebenarnya saya menjalani balapan dengan cukup santai untuk menjaga ban. Saya tidak sepenuhnya yakin, pilihan ban depan hard adalah opsi terbaik. Ketika Pecco menyalip saya, dia benar-benar gas pol selama dua lap. Saat itulah saya mulai tersadar dan meningkatkan ritme,” jelas rider asal Murcia Spanyol itu.

    Acosta menyoroti kecepatan Ai Ogura yangΒ luar biasa menjelang akhir balapan. “Sebenarnya saya masih bisa mengejar, lalu Martin datang dan melakukan hal yang sama, bertahan selama 2 atau 3 lap, kemudian mereka terus gas pol sementara saya mulai menurun. Apa yang dilakukan Ogura benar-benar gila. Cara dia menyalip saya lalu menjauh dari saya dan benar-benar gas pol sampai mentok. Terutama cara dia menyalip saya di tikungan 6, kecepatannya tidak manusiawi,” ujarnya.

    Pedro Acosta - Marc marquez - Fabio Di Giannantonio
    Pedro Acosta – Marc marquez – Fabio Di Giannantonio

    Acosta menyesal tidak bisa berbuat apapun untuk mempertahankan posisi ke-4 yang direbut Diggia darinya. “Saya sedikit terlalu defensif. Saya salah memperkirakan bahwa dia lebih dekat dari yang saya duga. Saya akan mengingatnya, tidak ada yang boleh menyalip saya sambil santai melihat ke arah saya,” tegas rider berjuluk Hiu Mazarron itu.

    Soal crash yang dialami Pecco Bagnaia di lap ke-16 (dari total 27 lap) saat berada di posisi ke-2 yang menjanjikan, Acosta mengatakan, “Agak aneh, karena di lap sebelumnya dia mulai membuat beberapa kesalahan. Ketika saya mulai mendekatinya, dia crash tepat di depan saya. Mungkin cuacanya juga terlalu dingin untuk ban depan hard.”

    “Saya sempat mencobanya di FP1 ketika cuacanya lebih hangat, tapi justru menyulitkan saya. Saya tidak tahu, apakah itu karena dia tidak terlalu dekat dengan Bezzecchi, seperti saya dengan Pecco, sehingga ban depannya menjadi bermasalah,” pungkas Acosta yang kini menempati 4 dengan perolehan 83 poin dalam klasemen.

    Pedro Acosta
    Pedro Acosta

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.
    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini