
RiderTua.com – Mobil – Tahun 2019 menjadi tahun yang kurang menguntungkan bagi beberapa industri, terutama dunia otomotif. Bagaimana tidak, beberapa kasus tidak terduga cukup mengejutkan publik. Salah satunya mengenai PHK besar-besaran di suatu perusahaan mobil. Dunia otomotif ‘kurang beruntung’ sepanjang tahun 2019.

Baca juga: Mobil-mobil Ini Habis Terjual Sebelum Dirilis Resmi !
Dunia Otomotif ‘Kurang Beruntung’ Sepanjang Tahun 2019
Melansir detik.com (31/12/2019), adanya PHK bisa saja terjadi karena peralihan produksi mobil. Saat ini, banyak produsen yang memproduksi kendaraan listrik daripada konvensional. Tapi kenapa bisa begitu?
Sebenarnya kendaraan listrik membutuhkan sedikit komponen daripada kendaraan konvensional. Dengan begitu, perusahaan hanya membutuhkan sedikit pekerja dan terjadilah PHK (pemutusan hubungan kerja).
Sepanjang tahun 2019, setidaknya ada sekitar 800 ribu pekerja dipangkas di seluruh dunia. Kebanyakan terjadi di Amerika Serikat, Jerman, dan Inggris. Masalah pada Brexit mungkin akan memperparah keadaan di Inggris.

Industri otomotif di Inggris terus mengalami penurunan setelah Honda dan Ford menutup pabrik produksinya. Akibatnya, sekitar 5,2 ribu pekerja harus kehilangan pekerjaannya. Angka pengangguran ini cukup tinggi dari tahun 2012 silam.
Sementara itu, Land Rover Jaguar melakukan PHK terhadap 4,5 ribu pekerjanya secara global. Mercedes-Benz dan Nissan juga melakukan hal yang sama sepanjang tahun 2019. Diperkirakan di tahun-tahun yang akan datang, 150 ribu pekerja akan kehilangan pekerjaannya.





