Simak Kisah ‘Deja Vu’ Johann Zarco, Dia Tidak Benar-benar Diinginkan Suzuki dan Honda!

RiderTua.com – Beberapa bulan terakhir Johann Zarco menjadi buah bibir di paddock MotoGP. Foto diatas adalah penampakan pembalap Prancis diatas motor MotoGP untuk pertama kalinya dengan Suzuki GSX-RR… Saat itu Zarco diikat oleh perjanjian diluar kontrak resmi dengan Suzuki. Mungkin saat ini mirip dengan Honda LCR. Kisah Deja Vu Johann Zarco, Dia tidak benar-benar diinginkan Suzuki dan Honda!

Kisah Deja Vu Johann Zarco, Dia Tidak Benar-benar Diinginkan Suzuki dan Honda!

Pembalap asal Cannes, Prancis itu menguji Suzuki GSX-RR dalam tes pribadi di trek uji pribadi Suzuki di Ruyo, Jepang. Johann Zarco saat itu sudah menandatangani kesepakatan ‘sementara’ dengan Suzuki. Namun setali tiga uang dengan Honda, pabrikan Jepang tampaknya memutuskan untuk tidak mengambil opsi Zarco.

Suzuki Enggan Memakai Zarco

Tim Ecstar Suzuki lebih memilih untuk memakai Andrea Iannone dan Alex Rins untuk MotoGP 2017. Rumor di paddock saat itu menyebutkan bahwa ‘kontrak sementara’ Zarco itu ditandatangani dengan maksud untuk menempatkannya di tim satelit Suzuki untuk 2017. Namun sepertinya Suzuki lebih memilih untuk hanya menjalankan dua motor di tim resmi saja.

Karena Usia

Alasan Suzuki enggan menempatkan Zarco di tim resmi Suzuki adalah usianya ( saat itu usia Zarco 25 tahun 11 bulan, atau hampir 26 tahun). Sementara usia Andrea Iannone saat itu 26 tahun namun dia sudah pengalaman di MotoGP selama 4 tahun di Ducati ( Pramac dan tim resmi) dan Alex Rins saat itu berusia 20 tahun 6 bulan 8 hari..

Johann Zarco saat itu memang sudah memiliki perjanjian lisan juga dengan Tech3 besutan Poncharal dan Yamaha, namun dia tidak dapat menandatangani apa pun secara resmi dengan mereka sampai kontrak sementara dengan Suzuki-nya saat itu berakhir. Atau bisa terjadi jika Suzuki mengkonfirmasi penandatanganan resmi dengan Alex Rins saat itu.

Dan pada akhirnya di 2017 Zarco benar-benar bergabung dengan tim asuhan rekan senegaranya, Herve Poncharal di tim Monster Energy Yamaha Tech3.

Johann Zarco dan Honda

Honda mulai mencari pengganti Jorge Lorenzo yang memutuskan pensiun di akhir musim 2019. Johann Zarco adalah pembalap yang berpeluang besar saat itu karena tidak punya kontrak dengan tim.

Momentum ‘audisi’ Zarco di Honda terbuka lebar setelah pembalap Honda LCR Takaaki Nakagami harus menjalani operasi dan absen di tiga balapan Australia, Malaysia dan Valencia. Pria berkebangsaan Prancis itu akhirnya resmi berstatus sebagai pembalap pengganti di tim LCR Honda. Dan sangat siap jika dia menjadi pembalap resmi di Repsol Honda..

Alex Marquez Lebih Muda

Namun pada akhirnya Alex Marquez yang terpilih gantikan Lorenzo. Alasan Honda adalah Alex adalah juara dunia Moto2 baru, pembalap masa depan, pembalap generasi muda.

“Jadi kami memutuskan untuk memberinya kesempatan ini ( pada Alex), berdasarkan fakta bahwa dia adalah juara dunia Moto2 baru. Bahwa dia masih muda dan kami percaya itu bisa menjadi peluang yang baik baginya,” kata Alberto Puig, bos tim Honda, dilansir crash.net..

Deja Vu: Kalah oleh 2 Alex dan Ditolak 2 Tim Jepang!

Jika melihat perjalanan Zarco di Suzuki dan Honda kita seperti melihat Deja Vu dialami oleh Johann Zarco. Di Suzuki dia menjadi pembalap uji sementara dan diproyeksikan untuk tim satelit Suzuki. Di Honda diapun berada di tim satelit Honda sebagai pembalap sementara pengganti Nakagami. Kesamaannya adalah Johann Zarco kalah oleh Alex Rins dan Alex Marquez ( dua Alex) dan sama-sama karena masalah usia.. Dan Kedua tim yang menolaknya adalah tim Jepang Suzuki- Honda..

Deja vu adalah sebuah keadaan di mana seperti sudah pernah dialami dengan keadaan yang persis sama sebelumnya.. Deja vu berasal dari bahasa Prancis yang punya arti “sudah pernah melihat” .. Untuk kasus Zarco memang tidak persis sama, namun tetap saja ada kemiripan-kemiripan tadi… ( sama-sama ditolak tim Jepang, dia juga sebagai pembalap sementara, ada dua Alex yang menyingkirkan dia dan keduanya karena masalah usianya.. dan mungkin masih ada kesamaan lainnya.. Trus piye jal..?

Trending Artikel Minggu Ini ( TOP6):

  1. Suzuki Harus Segera Memiliki Tim Satelit, Ini Alasannya
  2. Marquez Hadiri Pernikahan Kepala Mekaniknya Santi Hernandez dan Izaskun Ruiz
  3. Lin Jarvis: Vinales Tak Akan Dilepas Yamaha, Nasib Quartararo dan Rossi di 2021?
  4. Esteban Garcia: Untuk Kalahkan Marc Yamaha Harus Ikuti Cara Kerja Honda, Membuat Motor untuk Vinales?
  5. Mendaki Puncak Batas Karier dan Turun dengan Halus, Marc Sebut Rossi Pembalap Hebat!
  6. Mitos Marquez di Honda adalah Kutukan, Alberto Puig Malah Ejek Yamaha dan Ducati Begini

Be the first to comment

Leave a Reply