Rahasia Jempol El Diablo Ini yang Mampu ‘Mengalahkan’ Valentino Rossi !

0

RiderTua MotoGP – Ada satu nama pebalap debutan yang kini sedang bersinar, sempat membuat dua penampilan yang atraktif dengan meraih dua posisi ujung (pole) di Jerez dan Barcelona. Dia adalah Fabio Quartararo rider muda berpaspor Prancis. Punya rekam jejak kuat yang mampu membungkam kegagalan Yamaha dalam tiga musim berlalu. Dengan keajaiban apa dia mampu mewujudkan fenomena itu?. Dia akan mengungkap semua rahasianya … Rahasia jempol El Diablo ini yang mampu ‘mengalahkan’ Valentino Rossi

Fabio Quartararo kini bercokol pada urutan ketujuh dalam klasemen rider dengan 51 poin. Dia adalah pebalap Yamaha kedua yang berada di klasemen di belakang Valentino Rossi ( Peringkat-5). Dia mampu mengalahkan semua jajaran pebalap elit Yamaha di putaran Barcelona dengan meraih posisi pole dan menjejak podium-2.

Rahasia Jempol El Diablo Ini yang Mampu Mengalahkan Valentino Rossi

Pebalap berusia 20 tahun yang dijuluki El Diablo (The devil) ini mampu mengalahkan rider senior di Yamaha dalam beberapa kesempatan lomba. Apa rahasianya?. Dilansir Speedweek.com, Fabio berkata singkat,

“Untuk bisa melaju cepat, Anda harus tahu … rem!.. Saya mengerem dengan kuat. Saya tidak menggunakan rem berbeda dari pebalap lain. Tapi saya menggunakan kedua rem.”

thumb brake rem jempol

Fabio Quartararo juga memasang rem ibu jari (Thumb Brake) di M1-nya selain rem kaki. Dia menjelaskan, semua pembalap sekarang juga menggunakan rem ibu jari untuk roda belakangnya. Namun bedanya Fabio lebih kuat menggunakannya perangkat ini untuk membantu pada fase menikung (cornering), untuk menyeimbangkan sudut kemiringan motor. Dia biasanya lebih kuat menginjak rem kaki daripada rem tangan. Tapi seberapa kuat dia menekan kedua rem tadi dan kapan timing Quartararo mengerem tentunya setiap pebalap akan beda bukan?

Apakah teknik ini akan digunakan oleh pebalap Yamaha yang lain?… Indikasinya “YA”.. Karena bahkan seorang Rossi meminta modifikasi pada rem ibu jari (Thumb Brake) yang akan digunakan pada M1-2020 tahun depan. Franco Morbidelli dikabarkan tertarik untuk memanfaatkan teknik ini pada akhir bulan ini, di Assen.

Leave a Reply