Ignis, Baleno, dan S-Cross Masih Diimpor, Kapan Dirakit Lokal?


ktm indonesia

suzuki ignis 2017
suzuki ignis

RiderTua Mobil – Suzuki Indomobil Motor (SIM)) terus menggenjot ekspor ke luar negeri. Baru-baru ini SIM memulai ekspor All New Ertiga dan skutik Nex II ke berbagai negara. Kedua produk tersebut memang dirakit di Indonesia, bersama dengan beberapa model lainnya. Ignis, Baleno, dan S-Cross masih diimpor, kapan dirakit lokal?

Baca juga: 5 Mobil Suzuki Terbaru Meluncur Tahun Depan
Suzuki-Baleno-2017 hatchback
Suzuki-Baleno-2017 hatchback (Foto: indyacars.com)

Ignis, Baleno, dan S-Cross Masih Diimpor, Kapan Dirakit Lokal?

Suzuki telah memiliki pabrik produksi di beberapa tempat namun yang terbesar ada di Cikarang, Bekasi. Pabrik ini sekaligus menjadi pabrik Suzuki terbesar ketiga setelah India dan Jepang. Memang hampir semua mobil dan sepeda motor yang dijual di Indonesia sudah dirakit secara lokal. Namun sebenarnya ada tiga mobil yang belum dirakit juga disini.

Tiga mobil tersebut yaitu Ignis, Baleno, dan SX4 S-Cross. Ketiganya didatangkan dalam bentuk CBU (Completely Build Up) dari India maupun Thailand. Lalu mengapa tidak dirakit lokal juga?

SIM mengatakan bahwa sebenarnya tiga pabrik terbesar Suzuki baik yang ada di India, Jepang, Indonesia begitupun dengan pabrik di Thailand dan Hungaria, sudah memiliki visi dan misi yang berbeda. Termasuk dalam hal model yang diproduksi. Memang Suzuki tidak hanya fokus ke satu segmen, tetapi juga segmen lainnya. Jadi antara pabrik satu dengan yang lain saling berkolaborasi produk. Namun itu bisa berubah sesuai dengan kondisi produksi.

Ketiga mobil tersebut menyumbang angka impor SIM yang cukup tinggi. Seperti Ignis yang diimpor hingga mencapai 12.598 unit, Baleno 5.055 unit, dan SX4 S-Cross 2.874 unit. SIM berusaha untuk menekan angka impor tersebut dan bisa jadi akan ada potensi ketiga mobil ini bisa dirakit lokal. Namun tentu saja SIM perlu melakukan studi lebih lanjut untuk mempelajari potensi pasar bagi ketiga model ini.

 

Be the first to comment

Leave a Reply