Rupiah Melemah, Mercedes-Benz Tetap Tahan Harga


ktm indonesia

RiderTua Mobil – Beberapa saat lalu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus mengalami pelemahan. Tak hanya terhadap rupiah, dolar juga sempat ‘mengamuk’ terhadap beberapa nilai tukar mata uang di negara berkembang. Hal tersebut tentu berpengaruh terhadap harga jual mobil terutama yang langsung diimpor dari negara produsen. Bagaimana dengan merek asal Jerman Mercedes-Benz ? Rupiah melemah, Mercedes-Benz tetap tahan harga.

Baca juga: Mercedes-Benz Bocorkan Sebuah SUV GLE Terbaru
mercedes-benz-indonesia
(Foto:CaruserMagz.com) mercedes-benz-logo

Tahan Harga

Dengan melemahnya rupiah, maka harga mobil pun berubah. Beberapa produsen mobil bahkan ada yang sudah menaikkan banderol harganya, imbas dari naiknya dolar ini. Walaupun begitu, masih ada produsen yang mempertahankan harga lamanya. Salah satunya yaitu Mercedes-Benz.

Tak seperti produsen mobil lainnya yang akan mengubah harga sesuai dengan keadaan nilai tukar, Mercedes-Benz hingga kini belum menetapkan harga baru untuk semua produknya. Karena mereka masih melihat perencanaan nilai tukar dan sudah mempunyai prediksinya. Jika masih dalam prediksi maka harga jualnya masih harus ditahan.

Hari Arifianto selaku Deputy marketing Communication MBDI (Mercedes Benz Distribution Indonesia) mengatakan

“Sampai saat ini kami belum menaikan harga, jadi memang kami masih lihat dulu karena dalam perencanaan nilai tukar, kami punya forecast bila masih dalam forecast itu dan masih bisa diredam ya kita redam”

 

2018-mercedes benz-GLA-SUV-CAROUSEL
2018-mercedes benz-GLA-SUV-CAROUSEL

Mercedes-Benz Indonesia mengatakan bahwa penahanan harga jual mobilnya ini didukung dengan keuntungan perakitan lokal. Memang hampir semua model Mercy yang dijual di Indonesia diproduksi secara lokal. Tak hanya itu skema perpajakan di Indonesia juga hal yang menentukan harga sebuah mobil. Jadi itulah salah satu kunci bagi Mercedes-Benz dalam meredam harga jual akibat dari naik turunnya nilai tukar.

Untuk ke depannya, Mercy Indonesia masih belum melihat rencana dalam mengontrol harga mobilnya. Mereka harus melihat kondisi dan situasi nilai tukar ataupun keadaan ekonominya. Meskipun begitu, menurut Mercedes itu bisa menjadi momen yang bagus bagi calon konsumennya.

 

Be the first to comment

Leave a Reply