Mobil LCGC Paling Rawan Kena Dampak Naiknya Nilai Dolar AS?



deretan mobil lcgc

RiderTua mobil – Pada awal pengenalannya, mobil LCGC memiliki harga yang lebih terjangkau daripada segmen lainnya. Kebanyakan harga paling rendah yaitu dibawah Rp 100 jutaan. Namun seiring berjalannya waktu, harga LCGC malah merangkak naik, bahkan hampir menyentuh angka Rp 150 juta lebih. Kenapa begitu? Mobil LCGC paling rawan kena dampak naiknya nilai Dolar AS.

Baca juga: Kenapa Mobil LCGC Masih Laris Walau Harganya Terus Naik?

Gampang Goyah Saat Dolar ‘Ngamuk’

Hal ini tentu saja diakibatkan dari pengaruh naik turunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Saat ini dolar tengah menguat sehingga berdampak besar pada mobil yang diproduksi. Namun jika dibandingkan dengan segmen lain yang termasuk dalam ‘high segment’, LCGC yang tergolong sebagai ‘low segment’lah yang mendapat dampak paling besar.

Hal ini bisa dilihat dari harga mobil pada segmen selain LCGC. Jika dibandingkan dengan LCGC, harga mobil di segmen lain masih cukup stabil dan bisa dikendalikan. Kalaupun terjadi penurunan, biasanya karena belum adanya produk baru walau masih ada daya beli pada konsumen.

Sementara di low segment seperti LCGC, kebanyakan konsumennya mengalami masalah ‘bad debt’ alias kredit macet. Jika dolar naik, maka suku bunga juga ikut naik. Akibatnya konsumen akan sulit mengajukan kredit mobil saat akan membelinya. Selama dua bulan terakhir, suku bunga di Indonesia naik dua kali, yaitu tanggal 30 Mei sebesar 25 basis poin dan akhir Juni sebesar 50 basis poin.

Meskipun begitu, penjualan LCGC masih yang kedua tertinggi dari semua segmen setelah LMPV. Persaingan antara kedua segmen ini masih terus berlanjut, tetapi dengan adanya dampak dari naiknya nilai tukar dolar, entah bagaimana nasib LCGC ini di waktu yang akan datang jika harganya terus meroket.

Be the first to comment

Leave a Reply