RiderTua.com – Ada kabar menarik nih, penjualan Veloz HEV bulan lalu membuatnya unggul tipis dari jawara mobil hybrid di Indonesia, yaitu Kijang Innova Zenix HEV. Dari banyaknya model yang terjual bulan Mei 2026, ada satu mobil dari merek China yang diam-diam masuk peringkat 10 besar.
Veloz HEV Rebut Posisi Teratas di Pasar Mobil Hybrid
Toyota sudah tidak bisa diragukan lagi kalau membahas penjualan model HEV-nya di Indonesia, karena lini produk yang ditawarkan cukup beragam. Terlebih setelah Veloz HEV dirilis, banyak yang tertarik dengan modelnya yang dibanderol lebih terjangkau, jadi tidak heran kalau modelnya terjual lebih dari 2,3 ribu unit bulan lalu. Bahkan Veloz HEV masih mampu mengungguli Kijang Innova Zenix HEV meski dengan selisih penjualan yang sangat tipis, yaitu 66 unit.

Veloz HEV sendiri terjual sebanyak 2.378 unit, dan Innova Zenix HEV hanya terjual 2.312 unit saja. Jelas karena dibanderol lebih murah, membuat Veloz HEV paling laris terjual di pasar mobil hybrid, meski Kijang Innova Zenix tetap laris di segmennya sampai sekarang. Tapi dengan hasil yang didapatnya ini, Toyota mendominasi pasar HEV dengan penjualan lebih dari 5 ribu unit.
Ketika Veloz dan Innova Zenix HEV menempati posisi pertama dan kedua, Yaris Cross HEV berada di posisi 5 dengan 374 unit terjual dan Alphard HEV 309 unit di posisi 7. Meski sudah dirakit lokal, nampaknya Yaris Cross HEV kesulitan mengejar penjualan Veloz dan Innova Zenix HEV meski sudah lebih dulu dirakit lokal. Malah Veloz HEV yang terbilang baru sudah bisa terjual lebih dari 2 ribu unit tiap bulannya.

Rival Lainnya
Posisi ketiga masih ditempati oleh mobil hybrid Suzuki, yaitu XL7 Hybrid yang terjual 618 unit saja, itupun dengan selisih sangat jauh dari dua mobil Toyota tersebut. Apalagi Fronx yang hanya menjual 458 unit saja, selisih 240 unit saja dari XL7 Hybrid, padahal modelnya baru dijual lebih dari setahun di Indonesia. Meski begitu, setidaknya ini sudah menjadi hasil yang bagus ketika Ertiga Hybrid menghilang dari daftar penjualan, mungkin karena modelnya semakin kurang laku terjual setelah kehadiran Veloz HEV.
Selanjutnya ada Honda HR-V e:HEV yang tepat berada di antara Yaris Cross dan Alphard HEV dan menjual 318 unit. Bahkan sebagai andalan baru Honda di pasar mobil hybrid, penjualannya masih kalah dari mobil Toyota dan Suzuki yang lebih laris terjual dengan harga terjangkau. Terlebih XL7 dan Fronx yang mendominasi meski keduanya memakai teknologi mild hybrid, bukan full hybrid seperti model lainnya.

Ada Merek China!
Menariknya tepat di bawahnya Alphard HEV ada Chery Tiggo Cross CSH dengan 219 unit, disusul Suzuki Grand Vitara yang terjual 125 unit dan Wuling Almaz Hybrid 80 unit. Jelas ini cukup menarik karena tidak biasanya ada merek mobil asal China yang masuk ke dalam daftar penjualan model HEV di Indonesia, dan merek dari negara ini selalu masuk peringkat penjualan di pasar PHEV dan BEV. Terlebih Tiggo Cross CSH lebih digolongkan sebagai teknologi PHEV layaknya Tiggo 8 CSH.
Belum lagi Almaz Hybrid yang tetap terjual meski dengan kehadiran SUV baru disini, termasuk dirilisnya Eksion beberapa bulan lalu. Meski dengan dijualnya Eksion, Wuling memastikan model SUV yang sudah dijualnya masih dihadirkan di pasarnya, termasuk Almaz Hybrid. Jelas mereka ogah menghentikan penjualan SUV pertamanya di Indonesia, apalagi modelnya tetap menyumbang hasil yang cukup bagus sampai sekarang.

Tetap saja, dua mobil Toyota masih memimpin pasar mobil hybrid hingga bulan lalu, membuktikan kalau produknya dicari banyak orang sampai sekarang. Toyota sendiri belum punya banyak model PHEV maupun BEV untuk merebut posisi teratas di pasarnya, tapi setidaknya ini masih menjadi hasil yang cukup memuaskan sampai bulan Mei 2026.






