MotoGP Zaman Now, Tanpa Elektronik Valentino Rossi Tak Terkalahkan !




RiderTua MotoGP – Tanpa elektronik Valentino Rossi tak terkalahkan. Pembalap zaman now dimanja dengan berbagai perangkat elektronik. Tidak heran banyak rekor baru terpecahkan, banyak pembalap yang dari era dulu seperti Valentino tidak mampu mengikuti perkembangan ini. Salah satu keberhasilan Dorna dalam menyajikan balapan yang menarik adalah ban Michelin dan unit kontrol elektronik yang seragam. Hal ini memberikan efek performa berimbang di trek untuk semua rider. Menyajikan balapan yang spektakuler seperti seri terakhir di Assen. Namun tetap saja tidak membuat perbedaan bagi seorang Marquez dimana dia telah menang lagi, dan pantas memastikan tempat pertama di klasemen.

Berikut ini wawancara menarik Casey Stoner disela-sela menghadiri perkenalan helm X-803 U.C. yang terbaru Replica Stoner. Acaranya di markas Nolan dekat Bergamo, perusahaan helm Australia.

Valentino Rossi Nomor 1 Tanpa Elektronik

Ketika ditanya apakah akan ada pembalap yang mampu hentikan Marc Marquez. Mantan rider Repsol Honda (2011-2012) itu berujar,

“Ada banyak pembalap yang kuat (seperti) Rossi dan Vinales, Yamaha mengikuti Marc (Honda), bahkan tanpa menghitung (angka) kemenangan. Saat ini, jika saya harus jujur. Valentino tidak memiliki kecepatan untuk memenangkan kejuaraan, bahkan jika dia tetap menjadi pembalap papan atas, selalu di posisi teratas, selalu naik podium. Dia seperti saya, jika tidak semua elektronik ini mengendalikan  motor, jika kekuatan hanya dikontrol oleh pergelangan tangan pengendara, Rossi akan tetap menjadi nomor satu di trek.” Ujar Casey Stoner via gpone.com (10/07/18).

Fakta dan Kesimpulan

Jika ada yang menyangkal fakta ini berarti dia lebih jago dari Casey Stoner… Tentunya sebagai pelaku balap dan mengalami serta mengamati perkembangan MotoGP saat ini Stoner juga paham betul apa yang terucap dari perkataannya.. Jika masih ada yang bertanya dan tidak terima, kenapa semua rider pakai elektronik yang sama Rossi masih tetap kalah.. Semua jawabnya ada pada Casey Stoner dan sekali lagi tanpa dibantu elektronik pembalap sekarang seolah ‘tidak ada apa-apanya’ dibanding Rossi dan Stoner… Wis gitu ae.. Yang protes dan Ora Trimo silakan men-demo Casey Stoner.. Ciao!



16 Comments

    • hehehe… statement stoner bisa dimaknai gini bro: kalau rossi pingin punya kans juara lagi ya ganti semua aturan dan teknologi yg ada sekarang balik ke zaman old, in other words, rossi udah hampir gak punya kans juara di era modern. wis ngono ae

  1. “Sekali lagi dengan dibantu elektronik pembalap seperti oci seolah ‘tidak ada apa-apanya’ dibanding pembalap lain… ”
    Kaya kakek2 aja yg sekarang g ngerti elektronik alias gaptek. Ya mending mancing w bareng Stoner. Behahahahaha. Wis gitu ae..

  2. mbok ya di coba dulu 1-2 sirkuit dalam 1 musim dimana semua setingan back to basic tidak menggunakan ecu … gitu ae kok repot … asal kalo kalah jangan ngambek lagi ya kak ros

  3. Kalo dibilang vale tanpa elektronik no 1 itu dimasa lalu, tapj nyatanya dari 2013 sampe 2016 vale bisa kasih perlawanan dan era itu sudah full elektronik..
    Vale yang jeblok sekarang ini cuma 3 hal yang bisa dilihat, pertama motor yamaha gak berkembang, kedua vale udah gak kompetitif (pengalaman yang buat dia bisa bertahan), ketiga era vale sudah habis sejak musim 2015 dan 2016, baiknya musim ini vale penaiun tapi faktanya dia memaksa untuk lanjut, yasudah..
    Padahal sampe 5 musim ke depan merupakan masa keemasan marc karena dia mulai masuk ke umur 25 sampe 30 taun .
    Sudah akui saja kalo sampe 1 dekade kedepan emang era nya marc dan kita tinggal tunggu kapan pengganti marc datang dan kapan marc pensiun

  4. Bisa juga dibalik, justru karna elektronik rossi masih bisa bertahan di usianya yg tdk muda lg

  5. Kalo seandainya tidak ada pembalap lain di trek, sudah bisa dipastikan ROSSI lah yg jurdun setiap tahun! Yang tidak terima, silahkan mencak mencak.. ciao.. wkwkwkwkwk

  6. Rossi perlu upgrade skill utk juara dunia lg, krn yg dihadapi adl marquez, pembalap yg g mempan dg segala macam taktik rossi, dr mulai psy war, kontak fisik saat balapan, pura” nyanjung biar lengah, pura” ngomong cuma ngejar runner up. Semua g mempan bwt marquez.

Leave a Reply