Tesla Tak Akan Bisa Eksis di China Kalau Tak Mau Tunduk Dengan Pemerintah



tesla model 3
(Foto: CleanTechnica) tesla model 3

Tesla merupakan salah satu produsen mobil listrik yang fenomenal. Dikenal di seluruh dunia tak hanya karena kecanggihan mobilnya, tapi juga sang pendirinya Elon Musk. Dia dijuluki ‘Iron Man’ karena baru saja mengirim Tesla Roadster ke luar angkasa bersama ‘pengemudinya’ Starman. Tahukah anda jika China adalah salah satu negara yang menjadi incaran Elon Musk untuk memasarkan produknya ? Namun, Tesla tak akan bisa eksis di China kalau tak mau tunduk dengan pemerintah. Apa yang sebenarnya terjadi ?

Baca juga: Seperti Apa Fitur Supercharge pada Tesla Model 3 ?

Masih Berseteru dengan Pemerintah

Sepertinya Tesla ingin mengembangkan jaringannya ke seluruh dunia terutama di Negeri Tirai Bambu itu. Tesla menangkap peluang yang sangat besar karena permintaan mobil listrik di China cukup tinggi. Tetapi langkah Tesla untuk bisa memasuki pasar China harus terhenti. Lho, kenapa?

Ternyata ada masalah yang dihadapi Tesla ketika berkeinginan untuk membangun pabrik di Shanghai, China. Sudah lama Tesla berunding dengan pemerintah China agar bisa mendukung pembangunan pabriknya. Namun pemerintah setempat menolaknya dengan alasan Tesla tidak memenuhi aturan yang salah satunya harus menggandeng mitra lokal. Tesla sendiri merasa tidak memerlukan mitra lokal karena Tesla mau pegang kendali penuh atas produknya.

Jika Tesla masih ngotot mau menjual mobilnya di China, maka harganya 25 persen lebih tinggi daripada mobil listrik yang dijual di China. Tahun lalu saja, Tesla hanya bisa menjual 14.883 unit, sementara Beijing Electric Vehicle mampu menjual 100 ribu unit.

Kalau diperhatikan sepertinya hal yang sama juga ditemukan di Indonesia. Tanpa regulasi kendaraan listrik yang memadai, harga jualnya menjadi sangat tinggi. Dan jika tidak didukung dengan fasilitas infrastruktur pendukung, maka dapat dipastikan mobil listrik hanya sebuah angan belaka.



Be the first to comment

Leave a Reply