RiderTua.com – Siapa bilang GWM hanya punya tiga merek? Mereka masih punya merek lainnya yang belum dibawa ke Indonesia, dengan Wey bakal menyusul nanti. Model pertamanya, yaitu Wey G9, menjadi mobil yang dirilis nanti, tapi karena modelnya berupa MPV mewah, jelas lawannya nggak main-main.
Wey G9 Jadi Calon MPV Pertamanya di Indonesia
GWM Wey merupakan sub-brand yang didirikan sejak 2016 untuk menjual beberapa mobil mewah di China. Bahkan salah satu diantaranya berupa model Tank 300, meski sekarang sudah tidak dijual lagi, beberapa model SUV dan crossover yang pernah dijualnya memakai basis yang sama dengan produknya Haval. Contohnya Wey V9X yang memakai basisnya Haval H10, meski H10 sendiri belum dijual di pasar global karena baru seumur jagung.

Menariknya, di tengah lini mobil SUV yang dijualnya, ada satu mobil MPV yang ditawarkan di pasar, yaitu Wey Gaoshan. Ada tiga model yang ditawarkan, yaitu Gaoshan 7 yang punya wheelbase pendek, Gaoshan 8 dengan wheelbase berukuran sedang, dan Gaoshan 9 dengan wheelbase paling panjang dari kedua model sebelumnya. Setelah beberapa tahun dijual, GWM Wey membawanya ke pasar global, meski modelnya memakai nama yang berbeda di tiap negara.
GWM Wey memakai nama Wey 80 untuk model yang diekspor ke luar negeri, seperti modelnya yang dijual di Uni Emirat Arab. Di Amerika Serikat, Gaoshan dijual melalui merek Faraday Future dengan nama FX Super One dan sudah dirakit lokal disana sejak awal 2026. Sementara di pasar Asia Tenggara dinamai sebagai G9 saja, dengan Malaysia dan Thailand yang kebagian modelnya untuk sekarang.

MPV Bergaya Mewah
Dari tampilan luarnya, Wey G9 terlihat begitu elegan, dengan desain fascia depan yang begitu minimalis nan modern. Karena model yang dijual ini berupa model short wheelbase (SWB), konfigurasi joknya berupa 2+2+3, jadi dalam kata lain modelnya bisa memuat hingga 7 penumpang di dalamnya, tapi kabinnya masih cukup luas. Sehingga pengguna nggak perlu khawatir soal kelegaan kabin maupun ruang bagasinya.
Baris kedua memakai jok Zero Gravity dengan captain seat untuk menambah kenyamanan bagi penggunanya. Apalagi joknya sudah memakai bahan kulit Nappa dan bisa diatur ke 10 arah, lengkap dengan satu tombol yang dapat mengaktikan fitur pijat, ventilasi, dan fungsi rebah. Fitur lainnya seperti headunit untuk penumpang belakang berukuran 17,3 inci, wireless charging, ADAS, panoramic glass roof, sistem audio premium, sampai mode berkendara sudah disediakan.

Mesin PHEV
Mode berkendara atau drive mode ini hanya punya tiga mode saja, yaitu EV, Smart Hybrid, dan EV Priority, masing-masing punya kemampuannya tersendiri dalam memakai tenaga dari salah satu penggeraknya. Teknologi PHEV yang diusungnya, yaitu Hi4, disematkan pada mesin bensin turbo berkapasitas 1.500 cc dan dua motor listrik. Hasilnya mobil mampu menghasilkan tenaga dan torsi sebesar 435 hp dan torsi 642 Nm.
Dengan teknologi Hi4 ini, mobil punya jarak tempuh sejauh 1.000 km menggunakan tenaga dari mesin bensin dan baterai listriknya. Kalau menggunakan mode mobil listrik atau EV, jarak tempuhnya hanya sejauh 170 km, tapi ini cukup untuk menempuh perjalanan sedikit lebih jauh sebelum mengisi bensin. Baterainya sendiri bisa diisi dari 30 persen ke 80 persen dalam waktu 26 menit menggunakan pengisian daya DC.

Karena punya dimensi yang hampir setara dengan Alphard, tentu tidak mengherankan kenapa GWM Wey G9 ini menjadi lawan yang sepadan. Tapi sebagai mobil MPV mewah, ini berarti G9 harus berhadapan dengan banyak model serupa, bahkan tidak sedikit diantaranya berupa merek senegaranya. Dari Denza D9, Maxus Mifa 9, Zeekr 009, sampai XPeng X9 menjadi lawan yang cukup tangguh baginya.
Sebenarnya GAC Aion sempat berencana untuk membawa model serupa bernama E8 ke sini, tapi sampai sekarang modelnya belum juga dijual. Jelas ini menjadi kesempatan bagi GWM untuk membawa Wey G9 sebagai MPV PHEV premium pertama di Indonesia.












