RiderTua.com – Ada satu hal yang makin sulit ditutupi Max Verstappen saat membahas musim 2026: masalah Red Bull bukan sekadar soal hasil balapan. Sang juara dunia empat kali itu secara terbuka ngakuin bahwa mobilnya memang masih kekurangan performa, bahkan memiliki persoalan mendasar yang tak bisa dibereskan hanya dengan perubahan kecil.
Verstappen sudah koleksi lima podium musim ini, tetapi belum sekalipun memenangkan balapan. Bagi pembalap yang terbiasa berada di depan, situasi tersebut jelas bukan posisi yang diinginkannya.
Yang menarik, Verstappen tak sekadar keluhkan hasil. Ia menjelaskan apa yang menurutnya jadi persoalan pada mobil Red Bull.
▶Daftar Isi
Max Verstappen: Bukan Sekadar Kurang Cepat!
Menurut Verstappen, secara keseluruhan mobil Red Bull masih kekurangan performa. Namun persoalannya bukan hanya angka kecepatan. Feeling yang diberikan mobil juga belum berada pada tingkat yang ia inginkan. Yang paling mengganggu adalah keseimbangan mobil ketika melewati tikungan.
Responsnya bisa berubah-ubah antara fase masuk tikungan, bagian tengah, hingga saat keluar tikungan. Kondisi yang terlalu tak stabil itu membuat mobil terasa sulit diprediksi.

Bagi Verstappen, masalah tersebut sudah masuk kategori mendasar. Karena itulah perbaikannya tak bisa sekadar dilakukan untuk selamatkan musim 2026. Ada pekerjaan besar yang harus disiapkan untuk mobil musim depan.
“Mobil ini perlu mengalami perubahan untuk tahun depan. Kami tak bisa mengubahnya untuk musim ini, tetapi kami hanya perlu berusaha mendapatkan banyak pelajaran agar bisa tampil lebih baik tahun depan.” kata Verstappen.
Red Bull sendiri sedang berusaha memahami penyebab persoalan tersebut. Verstappen mengatakan tim tengah berdiskusi mengenai cara memperbaikinya, termasuk mempertimbangkan apakah yang diperlukan hanya perubahan kecil atau justru perubahan filosofi.
Situasi itu juga terjadi bersamaan dengan perubahan di dalam tim. Beberapa staf telah meninggalkan Red Bull, sementara orang-orang baru masuk dan ikut membahas arah perbaikan.
Verstappen Tahu Red Bull Sedang Berubah
Verstappen tak menutupi bahwa Red Bull memang sedang berada dalam periode yang berbeda dibanding masa dominasi mereka. Tim saat ini bukan sedang berada dalam perebutan gelar juara. Fokusnya lebih sederhana, yakni memahami apa yang salah dan temukan performa yang lebih baik.
Bahkan untuk musim ini, sebagian perubahan memang sudah tak bisa dilakukan. Karena itu, Verstappen melihat pekerjaan yang sedang dilakukan Red Bull sebagai proses membangun sesuatu untuk tahun depan. Setiap kesalahan dan perkembangan harus jadi pembelajaran agar mobil berikutnya bisa lebih kompetitif.
Di titik inilah sikap Verstappen jadi menarik. Ia sebelumnya sudah memperpanjang kontraknya bersama Red Bull. Namun keputusan bertahan bukan berarti ia anggap kondisi mobil sekarang sudah baik.
Justru sebaliknya, Verstappen memilih tetap berada di dalam tim sambil percaya bahwa keadaan masih bisa dibalikkan. Ia merasa nyaman bersama Red Bull dan menganggap tim tersebut seperti keluarga keduanya. Keyakinan terhadap kemungkinan membangun masa depan yang lebih baik bersama staf baru jadi salah satu alasan ia tetap bertahan.

“Kapten Kapal” Tak Boleh Lompat
Verstappen punya cara sendiri untuk jelaskan mengapa ia tak memilih pergi ketika performa Red Bull menurun. Menurutnya, ia tak memiliki hasrat atau kebutuhan untuk membuktikan bahwa dirinya bisa menang dengan mobil lain.
Berlari menuju mobil tercepat demi kembali menang adalah pilihan yang mudah, tetapi itu bukan kepribadiannya.
Ia kemudian menggunakan sebuah perumpamaan yang sangat jelas. Seorang kapten kapal, menurut Verstappen, tak seharusnya langsung melompat keluar ketika ada sesuatu yang tak bekerja.
Performa Red Bull memang sudah menurun dibanding tahun-tahun ketika mereka mendominasi. Namun bagi Verstappen, justru membangun kembali tim tersebut merupakan tantangan baru.
Pandangan itu juga jelaskan sikapnya ketika tim sempat khawatir mengenai masa depannya. Verstappen mengatakan dirinya selalu meminta Red Bull untuk tidak stres dan fokus memperbaiki mobil.
Baginya, semakin cepat mobil bisa dibuat, semakin mudah keputusan yang harus diambil. Ia bahkan mengatakan dirinya tak habisin banyak waktu untuk membahas kemungkinan pindah karena fokusnya tetap pada apa yang sedang terjadi di dalam tim.

Masalahnya Sudah Terlihat Jelas
Pernyataan Verstappen membuat persoalan Red Bull terlihat lebih jelas. Masalah RB26 bukan hanya tentang satu hasil buruk atau satu akhir pekan yang gagal. Ada persoalan pada feeling mobil dan keseimbangan saat melewati tikungan yang menurut Verstappen sudah jadi masalah mendasar.
“Secara keseluruhan, kami hanya sedikit kekurangan performa. Dari segi rasa berkendara, mobil ini belum sesuai dengan keinginan saya, dan keseimbangan saat melibas tikungan terasa tak konsisten, antara fase masuk, tengah, hingga keluar tikungan,”kata Max…
Red Bull kini harus menentukan apakah solusinya berupa perubahan kecil atau perubahan filosofi. Bersamaan dengan itu, tim juga harus memanfaatkan kehadiran staf baru untuk memahami apa yang selama ini belum bekerja.
Verstappen sendiri memilih tetap berada di dalam kapal tersebut. Ia tak menyangkal bahwa Red Bull sedang ngalamin penurunan performa. Namun alih-alih mencari jalan keluar dengan meninggalkan tim, ia memilih menghadapi tantangan untuk membangun kembali performanya.
Dan mungkin justru di situlah posisi Verstappen saat ini paling mudah dipahami. Ia bukan lagi sekadar pembalap yang menuntut mobil tercepat. Dalam kondisi Red Bull sedang mencari arah, Verstappen memilih tetap jadi bagian dari proses untuk menemukan kembali performa yang hilang. (rt)
Baca: Hasil F1 GP Italia 2026: Antonelli Bikin Monza Heboh, Start Belakang dan Menang!












