RiderTua.com – Tentu tidak mengherankan kalau melihat penjualan merek seperti Toyota dan Daihatsu yang tembus lebih dari 10 ribu unit sepanjang bulan lalu. Tapi ada yang menarik dari hasil penjualan bulan Agustus 2026, karena ada merek China yang merebut posisi ketiga dari merek Jepang.
▶Daftar Isi
Honda Dkk Kalah Laris Dari Merek China Ini?
BYD awalnya nggak begitu dianggap sebagai merek yang cukup tangguh ketika pertama kali hadir di Indonesia awal 2024 lalu. Tapi melihat dari sepak terjangnya selama beberapa tahun terakhir sudah membuktikan kalau mereka bukanlah sembarang merek, apalagi dari lini produk yang ditawarkannya. Dalam dua tahun terakhir, mereka membawa banyak model yang cukup menarik, dengan M6 dan Atto 1 menjadi andalan di segmennya masing-masing.

Sebelumnya penjualannya sempat mengalami penurunan drastis di bulan Mei, dimana hanya ada ratusan unit yang terjual saat itu. Hasil yang didapatnya ini menjadi yang paling sedikit sejak pertama kali berjualan mobil disini, karena biasanya mereka bisa menjual hingga ribuan unit per bulannya. Ini disebabkan oleh proses transisi ke produksi lokal, walau setelahnya mereka menghabiskan stok yang masih ada dari unit CBU.
Sejak bulan Juni, penjualannya terus meningkat dan kini berada di atas 1.000 unit per bulan. Bahkan bulan Agustus saja penjualan yang didapat tembus 7.870 unit, dan ini mampu menyabet posisi ketiga dalam penjualan mobil Agustus 2026 di Indonesia, tepat di bawah Daihatsu. Toyota jelas masih memimpin dengan lebih dari 20 ribu unit terjual, dan ini membuatnya unggul jauh dari merek lainnya, bahkan Daihatsu juga diunggulinya.

Unggul dari Honda Hingga Mitsubishi
Hasil ini juga membuatnya unggul dari merek asal Jepang lainnya meski belum bisa menyamai Daihatsu dan Toyota. Dari Suzuki, Honda, sampai Mitsubishi sudah diunggulinya, dimana Suzuki dan Mitsubishi sama-sama menjual sekitar 5 ribu unit mobil dalam sebulan. Sementara Honda yang biasanya bisa menjual di angka segitu kini hanya mencetak 3 ribu unit mobil yang terjual.
Kalau melihat dari performa penjualan ketiga merek tersebut, memang penjualannya tidak selalu bisa dipertahankan di angka ribuan unit kalau kondisi pasarnya tidak menentu. Apalagi di bulan Maret lalu dengan adanya libur Lebaran membuat penjualan yang didapat tidak semaksimal yang diharapkan, tapi ini hanya bertahan selama sebulan saja. Tetap saja, dengan penjualan kurang dari 6 ribu unit atau lebih memberi pertanyaan soal apa yang terjadi dengan penjualan dari lini produknya.

Jaecoo Tertinggal Jauh
Menariknya dari daftar penjualan bulan lalu, ada merek China lainnya yang masuk ke dalam daftar, yaitu Jaecoo dengan 3,3 ribu unit. Namun hasil ini masih belum bisa mengungguli BYD yang sudah tembus lebih dari 6-7 ribu unit per bulan, apalagi mereka punya lebih banyak model yang ditawarkan di pasarnya. Sementara Jaecoo hanya menjual tiga model, yaitu J5 EV, J7 SHS, dan J8 SHS, itupun J5 EV yang masih menjadi penyumbang utama penjualannya.
J5 EV sendiri sempat memimpin pasar mobil listrik di Indonesia sejak awal 2026, sementara Atto 1 terus mundur perlahan dari posisi teratasnya akibat persiapan produksi yang dilakukan belakangan ini. Tapi sejak bulan Juni BYD mampu memulihkan hasil penjualan mobil mungilnya tersebut, dan Atto 1 sanggup merebut kembali posisi teratasnya dari rivalnya tersebut. Artinya jelas kalau Atto 1 masih punya peluang untuk mempertahankan gelar mobil listrik terlaris di Indonesia tahun ini, asalkan performa penjualannya lebih stabil dari awal tahun.

Mungkin BYD masih bisa mengejar ketertinggalannya dari J5 EV, tapi untuk sekarang mereka fokus untuk merakit mobilnya setelah meresmikan pabriknya. Apalagi mereka masih punya tanggungan untuk menuntaskan ‘utang’ 90 ribu unit sebelum memasuki tahun 2027, karena produsen yang mendapat insentif mobil CBU harus melunasi tunggakan tersebut begitu produksinya dimulai. Mungkin kedengarannya sulit, tapi dengan penjualannya yang kembali meroket, mereka bisa saja mencapainya.












