RiderTua.com – Pengamat MotoGP Dennis Noyes menyoroti crash yang dipicu Jorge Martin di tikungan pertama pada race utama hari Minggu di GP Hungaria. Menurutnya, insiden tersebut merupakan kombinasi antara manuver berisiko tinggi dengan masalah teknis yang dihadapi Martin setelah aksi comebacknya yang spektakuler di Le Mans.
Menurut Noyes, di Balaton Park Martin mencoba mengulangi manuver menyalip agresif yang mirip seperti yang dia lakukan di Le Mans, tetapi situasinya sangat berbeda. Akibatnya, rider Aprilia itu kehilangan kendali di lap pertama. “Apa yang dilakukan Martin saat menyalip dari sisi luar di Prancis adalah menuver yang belum pernah dilakukan pembalap lain. Namun jenis aksi seperti itu tidak bisa diulang dalam semua kondisi balapan,” ujar Noyes.
Dennis Noyes: Saya Mengkritik Manuver Jorge Martin, Tetapi Saya Lebih Mengkritik Tindakan Rivola yang Membongkar Aib di Depan Umum

Dennis Noyes menegaskan, “Dalam balapan ini dia mencoba melakukan manuver yang serupa, tapi gagal. Dia memasuki tikungan dari sisi dalam, padahal di Balaton tidak ada yang masuk dari sisi dalam di lap pertama. Pemilihan racing line dan mampu membaca kondisi aspal di awal balapan menjadi faktor yang sangat penting. Kombinasi kecepatan tinggi, posisi motor, dan racing line yang tidak ideal membuat Martin berada dalam situasi yang sangat berisiko.”
Selain itu, Noyes menilai bahwa ada kemungkinan Martin mengalami masalah teknis dengan RS-GP nya. Jadi menurutnya, insiden di tikungan pertama tersebut bukan hanya kesalahan pembalap namun juga karena ada masalah pada motornya.
Noyes menjelaskan, “Mungkin karena Aprilia tidak mengizinkannya untuk membicarakan hal ini secara terbuka, dia mungkin mengalami masalah dengan Holeshot Device. Jika sistem ini tidak bisa dinonaktifkan dengan sempurna, maka pembalap harus melakukan hard braking untuk menonaktifkannya.”
Dennis Noyes: Soroti Manuver Jorge Martin, Semprot Rivola yang Bongkar Aib di Depan Umum

“Kita harus mengerem keras untuk menonaktifkan perangkat tersebut. Saat mengerem dengan keras, roda depan bisa terkunci. Ketika roda yang terkunci itu terlepas lagi, motor justru melaju dengan kencang. Akibatnya, Martin masuk ke tikungan pertama dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi dari pembalap yang start dari barisan depan,” imbuhnya.
Namun yang bikin Noyes kesal adalah sikap manajemen Aprilia dalam menanggapi insiden Martin. Secara khusus dia menyoroti sikap CEO Aprilia Massimo Rivola. “Menurut saya Rivola agak berlebihan, karena mengkritik pembalapnya sendiri secara publik,” tegasnya.

Kemudian Noyes membandingkannya dengan manajer tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi. “Ketika hal seperti ini terjadi di Ducati, mereka punya Tardozzi. Itulah yang terjadi, mereka tidak punya sosok seperti Tardozzi. Saya mengkritik manuver tersebut, tetapi saya lebih mengkritik membongkar aib di depan umum,” tegasnya lagi.
Menurut Noyes, saat ini pembalap MotoGP semakin agresif seperti Marc Marquez dan Pedro Acosta yang sering terlibat duel sengit. “Tahun depan kita akan semakin sering melihat dua pembalap tim pabrikan Ducati itu melakukan aksi saling menyalip di lintasan,” ujarnya.
Soal peluang Marquez dalam mempertahankan gelar dunianya musim ini, Noyes mengatakan, “Meskipun Marquez kehilangan banyak poin karena beberapa balapan yang buruk, namun dia tetap menjadi kandidat utama dalam perebutan gelar dunia musim ini. Dia absen dalam 2 seri, ini artinya dia kehilangan 74 poin yang bisa didapat. Tapi tentu saja dia bisa melakukan aksi comeback yang luar biasa, seperti yang ditunjukkannya di Hungaria. Marquez berhasil menggabungkan 100 kemenangan miliknya dengan 100 kemenangan Ducati dan 100 tahun Ducati musim ini.”
Jorge Lorenzo- Tidak Seharusnya Jorge Martin Dipermalukan Seperti yang Dilakukan Massimo Rivola..✍️







